Satu Untuk Semua

Lihat Polisi Razia Langsung Kabur ke Hutan

Silampari Online,

EMPAT LAWANG- Melihat ada razia polisi di jalanan kawasan Desa Manggilan Kecamatan Pendopo, Peri Antoni (22) seorang pemuda warga Desa Tanjung Raman Kecamatan Pendopo, tiba-tiba takut dan langsung kabur ke arah hutan. Polisi yang mengetahui itu langsung mengejarnya hingga akhirnya Peri berhasil ditangkap.

Benar saja, ternyata setelah digeledah polisi, Peri ternyata membawa dua linting yang diduga daun ganja kering dibungkus kertas vapir dengan berat bruto 0,63 gram yang ditemukan di saku celana depan sebelah kiri. Terang saja, Peri langsung digelandang aparat ke Mapolres Empat Lawang, untuk mempertanggungjawabkan Narkotika miliknya tersebut.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan melalui Kasatres Narkoba Polres Empat Lawang, AKP Joni Indrajaya mengatakan, penangkap tersangka pemakai Narkotika jenis ganja tersebut, bermula giat rutin yang digelar pihaknya bersama anggota Polsek Pendopo, Rabu (12/9).

Diceritakannya, saat giat ungkap kasus Narkoba, anggota Satres Narkoba Polres Empat Lawang beserta anggota Polsek Pendopo melakukan razia di Desa Manggilan Kecamatan Pendopo, Empat Lawang dan  ketika sedang melakukan razia tiba-tiba ada seorang laki-laki turun dari sepeda motor Yamaha RX-King warna hitam dan langsung berlari ke arah hutan.

Lalu, lanjut Joni, anggota Polsek Pendopo dan anggota Satres Narkoba langsung mengejar laki-laki tersebut dan berhasil disergap. Kemudian langsung dilakukan pengeledahan badan.

“Ketika digeledah di temukanlah satu bungkus kotak rokok merk Naxan yang berisikan dua linting yang diduga daun ganja kering dibungkus kertas vapir dengan berat bruto 0,63 gram di saku celana depan sebelah kiri tersangka,” kata Joni kepada Harian Silampari, Kamis (13/9).

Kemudian jelas Joni, barang bukti dan tersangka diamankan ke Polres Empat Lawang guna dilakukan pengembangan untuk diproses dan disidik perkaranya sesuai hukum yang berlaku. “Selain barang bukti ganja, kita juga amankan handphone merk Advan milik tersangka sebagai barang bukti. Tersangka akan kita jerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009,” ungkap Joni. (HS-05)

Komentar
Loading...