Satu Untuk Semua

Medi Diancam Pidana Seumur Hidup

*Sidang Perdana Pembunuh Ujang Putih

52

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU–Perkara pembunuhan dengan terdakwa Jumedi alias Medi (26) terhadap Puto Naki alias Ujang Putih, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Kamis (06/12).

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hapit Suhendi dan Yuniar mendakwa
Jumedi, warga Jalan Pelita RT 07 Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat 2, dengan dua pasal. Yakni, pasal 340 KUHP dan subsidair pasal 338 KUHP.
Usai mendengarkan dakwaan yang dibacakan Jaksa Yuniar, majelis hakim yang diketuai Hendri Agustian bersama anggota hakim Tatap Situngkir dan Ferdinaldo mempersilahkan terdakwa Medi berkonsultasi dengan pengacaranya. Setelah berkoordinasi, terdakwa Medi tidak mengajukan eksepsi atau menerima dakwaan yang ditujukan kepadanya.

Kemudian, Hakim Hendri mempersilahkan JPU menghadirkan saksi-saksi. Jaksa Yuniar pun memanggil saksi pertama Hendrik (33), saksi kedua Hertiana (46) dan saksi ketiga Naldi Febriansyah (21).
Setelah disumpah dibawah Al Quran, saksi Hendrik dalam persidangan mengungkapkan jika dirinya mengetahui kejadian berdarah tersebut dihubungi keluarganya. Lalu, ia pun pulang ke rumah dan menuju Rumah Sakit Ar Bunda.
“Saya tidak kenal dengan terdakwa. Saya menjadi saksi karena terdakwa melakukan pembunuhan terhadap paman saya,” ucap Hendrik.
Diakui Hendrik, dirinya melihat kondisi pamannya (korban Ujang Putih) tak sadarkan diri dengan memakai alat bantu medis. Setelah menjalani perawatan, sekitar pukul 20.00 WIB, Ujang Putih meninggal dunia.
“Jenazah langsung dibawa pulang untuk dimakamkan,” jelasnya.

Selanjutnya, Saksi Hertiana menerangkan, bahwa jika dirinya tidak mengenali terdakwa sebelumnya. “Tidak ada terjadi cekcok antara terdakwa dengan korban. Itu suami (korban) saya,” aku Hertiana.
Kemudian, saksi Febriansyah, dihadapan para Hakim menjelaskan, dia mengetahui adanya kejadian tersebut. “Saya mendengar ada teriakan pedagang sekitar, ada orang berkelahi. Saya melihat terdakwa masih pegang pisau. Kejadiannya sekitar pukul 18.30 WIB WIB. Sepengetahuan saya ada cekcok dengan anggota (anak buah) korban. Namun, kejadiannya setelah 11 (sebelas) hari, baru terjadi peristiwa tersebut,” terangnya.
Usai mendengarkan saksi-saksi, Hakim Hendri menunda sidang hingga Kamis depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. (HS-08)

Komentar
Loading...