Satu Untuk Semua

Media Corong Kesuksesan Pilkada

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Media massa dan cetak menjadi corong dalam mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Hal ini diungkapkan Pj Walikota Lubuklinggau H Riki Junaidi saat memberikan sambutan diacara sosialisasi dan dialog interaktif Jurnalisme Sehat di Ballroom Hotel Hakmaz Taba, Selasa (15/5). “Tanpa media, tidak akan bisa diketahui, apa saja kegiatan yang dilakukan,”ujar Riki Junaidi.

Pemerintah Kota Lubuklinggau menargetkan 85 persen peningkatan partisipatif pemilih di pilkada, untuk mengetahui tercapai atau tidak dapat dilihat berapa persen masyarakat melakukan pencoblosan saat hari H.  “Target ini akan tercapai jika pilkada terus disosialisasikan. Nah ada peran media disini , tentunya berita disampaikan tidak menimbulkan konflik, sehingga pilkada dapat berjalan damai dan aman,”terangnya.

Sementara itu Ketua KPU Lubuklinggau Efriadi Suhendri dalam sambutannya, mengaku selama menjadi komisioner KPU, baru pertama kali bekerjasama dengan para jurnalis. Ia meyakini kegiatan mereka akan memberikan dampak positif demi suksesnya pilkada serentak.

Dikatakan Efriadi, dari 7 indikator kesuksesan pemilih salah satunya partisipasi pemangku kepentingan. Oleh karenanya, peran insan pers diharapkan mensosialisasi secara masif kepada masyarakat. “Peran kalian sangat kami tunggu. Kesuksesan pilkada nanti bukan hanya ditangan KPU ,Bawaslu saja, tetapi semua elemen masyarakat,”pintanya.

Selama ini,lanjutnya KPU sudah melakukan yang terbaik, meskipun begitu semua tahapan yang telah dilakukan dan akan akan dilaksanakan kedepannya pastinya banyak kekurangan. KPU juga mengutamakan transparan. Seperti contoh beberapa waktu lalu, bersama FKPD, mengecek dan melihat perusahaan yang akan mencetak surat suara hologram.“Kami ajak agar kami tidak mau dinilai tidak transparan,”akunya.

Sekali lagi ia menenakankan, kesuksesan pilkada , aman dan terintegrasi tidak hanya bisa dilakukan pihaknya (KPU) namun juga suport serta dukungan dari insan pers.

Kemudian, mantan anggota Bawaslu Sumsel Kurniawan Azhari mengatakan media merupakan bagian dari pengawasan terhadap pilkada. Secara umum media sebagai corong seluruh tahapan pilkada. Tanpa media, pasangan calon tidak ada apa-apanya.

Ia menyarankan , agar media dapat menyampaikan infomasi secara utuh, dan lebih menyampaikan visi misi para pasangan calon. Ia mengungkapkan ada beberapa peran partisipatif media yakni media sebagai pilar demokrasi,sebagai corong pengawasan,peningkatan partisipasi masyarakat ,lalu sebagai peran political education dan media sebagai pemberi informasi awal.

Kemudian ada beberapa larangan kampanye bagi media masa yakni media masa cetak, media massa dan lembaga pendidikan penyiaran dilarang menayangkan iklan kampanye komersil selain difasilitasi oleh KPU. Paslon dilarang menayangkan debat publik terbuka antar Paslon pada media apapun selama masa tenang. Dan selama masa tenang media masa dan cetak lembaga penyiaran dilarang menyiarkan iklan kampanye paslon selama debat paslon, rekam jejak atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kepentingan kampanye yang menguntungkan atau merugikan Paslon.

Sementara itu Ketua HJD Agus Kurniawan dalam laporannya mengatakan tujuan sosialisasi dan dialog interaktif untuk meningkatkan pemahaman insan pers dalam menyambut pilkada. Menurutnya, Pilkada tanggung jawab bersama semua komponen dan media memiliki peranan dalam menyampaikan informasi mesti netral dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. “Demokratis akan baik kalau pers berkembang baik,”ujarnya. (HS-02)

Komentar
Loading...