Mengenang Kembali Merinda Korban Pembunuhan

118
FOTO : BADRI/HARIAN SILAMPARI
Bangku sekolah kosong tempat Melan Merinda (17) menjalani aktifitas belajar di madrasah Aliyah negeri Curup
Advertisement

Silampari Online,

Rasa duka juga masih menaungi keluarga besar madrasyah Aliah negeri (MAN) 1 Curup dijalan Suprapto Talang Rimbo lama kecamatan Curup Tengah terkhusus kelas sepuluh IPA 2 pasca ditinggal Merinda (Almarhumah) yang menjadi korban Pembunuhan sadis mantan ayah tirinya.Berikut Liputannya!!!

Badri -Curup

Duka mendalam teriring doa terus dirasakan teman-teman Almarhumah di MAN 1 Curup atas peristiwa pembunuhan yang terjadi Sabtu lalu (12/1) dan sejak Jum,at lalu Merinda tidak masuk sekolah karena ada masalah keluarga yang dihadapinya dan sempat diceritakan nya kepada teman-tannya.

Dwi Vanesa (17) teman sebangku Korban saat disambangi di MAN 1 Curup mengatakan bahwa Merinda dikenal periang dan baik apalagi dilokalisir kami 10 IPA 2 apalagi dengan saya,namun sejak kejadian (curhat Merinda pada Vamesa red) yang menimpanya beberapa bulan lalu bahwa Merinda sempat disekap Ayah tirinya dirumah,apakah ingin diperkosa atau seperti apa saya tidak tahu namun peristiwa itu dilaporkan Ibu Merinda ke polres Rejang Lebong tapi diselesaikan dengan damai dengan surat perjanjian.

” Sejak itulah saya lihat Merinda sering murung dan dia curhat dengan saya kak (wartawan red).kami dikelas ini sangat kehilangan atas kepergian Merinda semoga ALLAH menempatkannya di Surga ” kata Vanesa.

Dijelaskan Vanesa saya dan Almarhuma Merinda selalu aktif dalam kegiatan sekolah dan juga Merinda pernah curhat juga soal rencananya ingin sekolah di Jakarta ditempat Ayah kandungnya pasca kejadian yang menimpa dirinya.

” Menurut Almarhuma ayah tirinya sering marah-marah sehingga dirinya tak tahan dan ingin sekolah di Jakarta saja ikut Ayah kandungnya,” sambung Vanesa

Sejak jum,at lalu Merinda sambung Vanesa tidak masuk sekolah dan saat dihubungi via WA dia mengatakan izin tidak masuk sekolah.

” Tahu-tahunya Sabtu sore mendapat kabar bahwa ibunya,dia dan adiknya menjadi korban Pembunuhan mantan ayah tirinya,tentu kami sangat merasa kehilangan dan tadi siang kami beserta teman-teman lain datang kerumah Kakek dan neneknya,” singkat Vanesa.(*)