Minta Bangunan Kuliner Pasar Mambo Difungsikan

    403
    Junaidi, Ketua SPKL Kota Lubuklinggau
    Advertisement

    Silampari Online,

    LUBUKLINGGAU-Progam Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe di sektor ekonomi kerakyatan, yakni membangun lapak di pasar kuliner di Terminal Kalimantan mendapat perhatian serius semua pihak. Salah satunya, Ketua Serikat Pedagang Kaki Lima (SPKL) Lubuklinggau, Junaidi.
    Junaidi yang juga Ketua Koperasi Kuliner Pasar Mambo Lubuklinggau banyak menerima keluhan para pedagang. Mereka sudah tiga bulan tidak berdagang seperti biasa, sebab adanya pembangunan lapak. Menindaklanjuti hal itu, Junaidi mengharapkan, kepada Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe segera melauncing dan memfungsikannya, meskipun kondisinya belum sempurna 100 persen. 
    “Untuk penyempurnaan fasilitas lapak pasar mambo, tetap dijalankan sesuai tahapannya, namun pedagang bisa berjualan tanpa mengganggunya,” jelasnya.
    Masih kata dia, para pedagang yang ingin berjualan sudah sangat mendesak, selain tabungan mulai menipis juga tidak ada pendapatan lainnya. Untuk itu, sambung Junaidi, Pemerinta Kota Lubuklinggau juga memperhatikan para pedagang.
    “Bulan ini, kita memperingati HUT Kota Lubuklinggau. Jadi, para pedagang bisa tertib dan rapi, selain memperindah kota juga dapat memperkenal kuliner pasar mambo,” tambahnya.

    Sementara itu, ed, salah seorang pedagang pasar mambo mengakui, selama tiga bulan tidak menjalankan aktifitas seperti biasa, karena lapak di pasar mambo belum kelar kelar. Padahal, kata dia, pedagang sudah lama berharap agar Pemerintah Kota Lubuklinggau juga memikirkan nasib pedagang. 
    “Saat ini, kondisi ekonomi makin sulit. Kalau tidak berjualan, kami akan makan apa,” keluhnya.
    Dia hanya berharap kepada Ketua SPKL dan juga Koperasi Kuliner Pasar Mambo dapat menyampaikan aspirasi pasar pedagang, yang sudah lama menganggur.
    “Sebagian ada beralih profesi, namun hasilnya tidak sesuai yang diharapkan,” ucapnya.

    Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin) Kota Lubuklinggau, Hidayat Zaini tidak bisa mengomentari lapak Kuliner Pasar Mambo, karena hingga kini belum diserahkan ke Guyub Rukun.

    Pemborong : Lapak Bisa Ditempati

    Sementara itu, Ali, pihak ketiga (rekanan) pembangunan 40 lapak kuliner pasar mambo sudah masuk tahapan finishing, namun demikian, ia juga meyakinkan para pedagang bahwa lokasi tersebut sudah bisa difungsikan layaknya transaksi jual beli.

    “Masa kontrak kami masih lama, namun bangunan fisik lapak kuliner pasar mambo, sudah bisa ditempat,” ujar Ali, Pemborong Pembangunan Lapak.

    Jadi, kata dia, pihaknya dapat mengerjakan tahapan finishing pembangunan lapak kuliner pasar mambo, saat pedagang melakukan aktivitasnya. Sebab, saat ini para pedagang sudah mengeluhkan harga barang dan sepinya pembeli. Pembangunan 40 petak kios pasar mambo terminal kalimantan, fisiknya sudah mencapai 95 persen. Tinggal atap teras berupa terpal seragam, meja yang masuk tahun 2019.

    “Kalau Dinas PU dan Disdagrin setuju, maka Senin (12/10), proyek pembangunan lapak kuliner pasar mambo diserahkan,” ujarnya. (HS-08)