Naas, Pemburu Diserang Balik Babi Hutan

OBAT : Korban serangan babi hutan, Mulyadi (43) saat menjalani pengobatan di Puskesmas Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi, Kamis (11/7/2019). Foto : Istimewa.

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Seorang petani warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang, Mulyadi (43) mengalami naas saat melakukan pemburuan babi liar di wilayah kecamatan itu. Dia mengalami luka cukup serius di bagian tangan kanan akibat digigit babi yang diburunya, Kamis (11/7/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun, awalnya korban bersama kelompok pemburu babi hutan wilayah Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang, menggelar perburuan hama yang menjadi musuh utama petani di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, tersebut.

Dalam perburuan babi itu, entah bagaimana ceritanya tiba-tiba babi yang diburu balik menyerang korban. Korban yang sedikit kelabakan mendapat serangan balik tersebut, tidak bisa menghindari hingga akhirnya tangan bagian kanan korban digigit babi.

Meski berhasil menyelamatkan diri, korban tidak dapat menghindari luka akibat digigit babi buruannya itu, hingga harus menjalani perawatan di Puskesmas Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi.

Salah seorang keponakan korban, Willy membenarkan jika pamannya tersebut luka karena diserang babi. “Iya, barusan saya telpon, dia memang luka karena digigit babi. Untungnya, cuma mengalami luka di tangan. Kalau luka lain tidak ada. Ya, lukanya juga sudah diobati,” kata Willy.

Sementara, Ketua Persatuan Olahraga Berburu Babi (Porbi) Kabupaten Empat Lawang, Helfani saat dikonfirmasi wartawan, mengakui adanya kegiatan perburuan hama babi yang digelar Porbi Kecamatan Ulu Musi pada hari ini (Kemarin, red).

“Iya, kemungkinan dia diserang babi karena hari ini memang ada kegiatan perburuan babi di wilayah Kecamatan Ulu Musi,” kata Fani.

Disisi lain, salah seorang warga di Kecamatan Ulu Musi, Fen mengatakan, risiko perburuan babi memang sangat rawan terjadi kecelakaan. Dia berharap, dengan adanya kejadian ini dapat menjadi pertimbangan Pemkab Empat Lawang, terhadap keselamatan para pembeluru babi kedepannya.

“Mereka ini membantu petani di Empat Lawang mengatasi hama babi. Namun tidak ada jaminan keselamatan dari ansuransi. Kita berharap pemerintah dapat memikirkan itu, sebab keberadaan para pemburu babi ini sangat diperlukan bagi masyarakat petani di desa,” tukasnya. (HS-05)