Nasib Sekolah Swasta Diujung Tanduk

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : HS</div></small>Ilustrasi Harian Silampari

Walikota : Tingkatkan Mutu Sekolah

Silampari Online,

Muat Lebih

LUBUKLINGGAU – Diprediksi nasib sekolah swasta tingkatan SMA/SMK di Lubuklinggau diujung tanduk. Mereka mendapatkan siswa di penerimaan peserta didik baru (PPPD) bakal minim. Hal ini sesuai aturan baru dengan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), penambahan jumlah siswa, membuat para siswa berebut mencari sekolah negeri.

“Tahun ini, akan lebih parah,” tegas Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Swasta (MKKS) Ponijo ketika diwawancarai Harian Silampari, Jumat (10/5). (10/5).

Hal ini berdasarkan data seluruh SMA/SMK Negeri memiliki 131 rombel dan perkelas berjumlah 36 siswa maka menghasilkan 4.716 pelajar. Sedangkan jumlah peserta ujian SMP/MTs negeri swasta tahun ini sebanyak 4.445.

“Jadi jika hasil jumlah peserta ujian SMP/MTs sebesar 4.445 , dan kebutuhan SMA/SMK negeri sebesar 4.716 maka hasilnya minus 271. Sehingga untuk negeri saja kurang, apalagi untuk swasta,”jelasnya.

Ponijo yang juga Kepala SMA Muhammadiyah Lubuklinggau menambahkan meskipun begitu, saat ini sudah ada beberapa yang mendafatar di SMA Muhammadiyah. Bahkan untuk mencari siswa, sekolah ini mengratiskan jika ada yang ingin sekolah disini.

“Daripada tidak sekolah, biar kami tampung di SMA Muhammadiyah,”akunya.

Untuk jumlah sekolah Swasta yang tergabung dalam MKKS ada 15 sekolah, belum ditambah yang MAN , ditotalkan berkisar 24 sekolah swasta SMA/SMK/MA. Menyusutnya yang mendaftar di sekolah swasta, berkisar tiga tahun belakangan.

“Hampir rata rata semuanya terjun bebas,”akunya.

Menurut Ponijo hal tersebut disebabkan keinginan orang tua yang ingin menyekolahkan anak mereka ke negeri , dan problem paling inti yakni munculnya sekolah-sekolah negeri.

Meskipun situasi sulit dihadapi, namun kepala sekolah swasta masih berkeyakinan kedepannya sekolah swasta akan kembali tumbuh dan mendapatkan banyak siswa.

“Kelebihan kita di sekolah swasta adalah, kebersamaan dan kekeluargaan yang begitu luar biasa,”terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ponijo juga berharap ada peran serta pemerintah untuk memperhatikan sekolah swasta. Sekolah swasta jarang sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah. Padahal, sekolah swasta juga berperan serta dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Kita juga memberikan yang terbaik bagi anak didik dan juga masyarakat,” akunya.

Menanggapi hal itu, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengatakan, pihaknya masih optimis sekolah swasta juga diminati orang tua menitipkan anaknya ke sekolah tersebut. Salah satu caranya, pihak sekolah meningkatkan mutu dan kualitas sistem belajar mengajar, dan kalau bisa lebih baik bila dibandingkan swasta.

“Setiap sekolah bersainglah untuk meningkatkan mutunyo karena peluang anak yang nak sekolah itu masih ado bukan dari Linggau bae,” ungkap Walikota. (HS-02)