Satu Untuk Semua

Oknum Anggota Pol PP Diduga Terlibat Pembunuhan

Silampari Online, 

LUBUKLINGGAU- Kerja keras Anggota Satreskrim Polres Lubuklinggau mengungkap tersangka pelaku pembunuhan Rafaena Wati patut diacungi jempol. Selang 6 jam setelah kejadian, tim buru sergap (Buser) dipimpin Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP Ali Rizikin berhasil mengamankan terduga pelaku pembunuhan. Tersangka inisial Ag oknum anggota Satpol PP Kabupaten Musi Rawas berstatus Tenaga TKST. Warga Desa Durian Remuk Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas itu ditangkap di rumahnya sekitar pukul 16.30 WIB. Saat diamankan tersangka masih menggunakan celana pendek biru kaos singlet warna hitam.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar saat dikonfirmasi mengaku terungkapnya tersangka pembunuhan tersebut berkat kerja keras anggota yang melakukan penyelidikan. Selain itu juga berkat doa dan informasi dari masyarakat Kota Lubuklinggau. “Alhamdulillah berkat kerja keras anggota dan doa teman-teman,” ucapnya.
Terpisah Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Musi Rawas (Mura), Syamsul Djoko membenarkan adanya penangkapan terhadap Ag. Diakuinya Ag merupakan salah seorang oknum TKS yang lulus ditahun 2016 lalu.
“Kita tahu setelah adanya koordinasi dari Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau sekitar Pukul 16.30 Wib datang ke kantor untuk melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan di rumahnya di Desa Durian Remuk Kecamatan Muara Beliti,” kata Syamsul.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, mengenai kasus apa yang melatarbelakangi ditangkapnya bersangkutan pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk mempublikasikannya. Akan tetapi, kendati begitu untuk bersangkutan secara resmi pasca penangkapan tersebut langsung diberhentikan.
“Mulai hari ini (kemarin) secara resmi yang bersangkutan kita berhentikan secara permanen. Karena memang dia (Ag,red) masih dalam proses penilaian untuk tes kelulusan TKS yang diselenggarakan bulan yang lalu,”terangnya.
Hanya saja, secara kepribadian untuk yang bersangkutan diakui memang tidak patuh. Bahkan secara penampilan khususnya rambut tidak sesuai dengan kode etik nomor 54 tahun 2011 tentang SOP Pol PP. (HS-02)

Komentar
Loading...