Oknum Kepsek Diduga Jarang Ngantor

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : ELPAN/HARIAN SILAMPARI</div></small> Kadisdikbud Lubuklinggau Tamri

Tamri : Ingatkan Tugas dan Tanggung Jawabnya

Silampari Online,

Muat Lebih

LUBUKLINGGAU– Rencana pergantian kepala sekolah (Kepsek) disampaikan Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe disambut baik para dewan guru di beberapa sekolah. Hal itu dikarenakan banyak guru menilai kinerja kepsek mereka tidak lagi efisien dan produktif, ditambah lagi jarang ngantor dan datang siang.

Salah seorang guru SMP yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, kepala sekolah mereka sangat sulit untuk ditemui, karena memang jarang datang ke kantor.

“Kalaupun datang itupun ditelpon terlebih dahulu dari pihak sekolah, biasanya memang ada hal penting yang mesti ditandatangani, ataupun sudah ada janji dengan tamu,” ungkapnya.

Dirinya tidak bermaksud untuk menjatuhkan, namun mereka menginginkan leader yang selalu ada disetiap saat memang lagi dibutuhkan.

“Kalau kita butuh dia, pasti telpon dulu, atau paling tidak , pekerjaan yang bisa diselesaikan hari ini, tertunda menjadi besok,” keluhnya.

Dimintai tanggapan mengenai hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau Tamri mengingatkan, agar kepsek untuk menjalani tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Kepsek itu merupakan motor penggerak bagi sumber daya sekolah terutama guru dan karyawan sekolah. Peranannya besar dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, sehingga dapat dikatakan bahwa sukses tidaknya suatu sekolah sangat ditentukan oleh kualitas kepala sekolah terutama dalam  kemampuannya memberdayakan guru dan karyawan ke arah suasana kerja yang kondusif,” jelas Tamri.

Dirinya menyayangkan, jika kepsek tidak dapat memberikan contoh yang baik bagi lingkungan kerja. Sampai jarang ngantor apalagi telat datang ke sekolah. Kepsek memiliki peran dan tanggung jawab sebagai manager kantor.

Harus memikirkan kualitas sekolah, melakukan kegiatan kegiatan yang inovatif dan kreatif untuk kemajuan sekolah, menciptakan strategi atau kebijakan untuk mensukseskan pikiran-pikiran yang inovatif tersebut, menyusun perencanaan, baik perencanaan strategis maupun perencanaan operasional, menemukan sumber-sumber pendidikan dan menyediakan fasilitas pendidikan, melakukan pengendalian atau kontrol terhadap pelaksanaan pendidikan dan hasilnya.

“Nah, kalau jarang ngantor dan datang telat, maka jangan harap kualitas pendidikan sekolah tersebut itu akan baik,” tegas Tamri.(HS-02)