PAD Laboratorium Tembus Rp65 Juta

37

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Kendati belum genap satu bulan, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) retribusi kekayaan daerah atau analisa laboratorium lingkungan hidup (LH) sudah tembus Rp65 juta dari target Rp150 juta. Sehingga, dengan kondisi ini diyakini target PAD bisa mencapai over target.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Hermerrudin kepada Harian Silampari, Selasa (22/1) diruang kerjanya.

Dijelaskannya bahwa, untuk retribusi PAD kekayaan daerah atau analisis laboratorium tahun 2018 sebesar Rp280.579.000 dari target 125 juta atau over target atau 111 persen. Sedangkan, untuk tahun ini tepatnya Januari sampai dengan saat ini sudah mencapai Rp65.765.000 dari target Rp150 juta.

“Sejauh ini untuk pencapaian retribusi analisis lab lingkungan hidup sangat signifikan setelah dioperasikan tahun 2017 lalu,”jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk lab lingkungan hidup Mura sudah berstandar nasional. Sehingga, dengan kondisi ini untuk pengajuan pengujian sample dari instansi luar daerah seperti Dumai Pekanbaru, Bengkulu dan Jambi.

“Untuk pengujian sample perusahaan-perusahaan, konsultan, rumah sakit dan perkantoran Dinas,”terangnya.

Menurutnya, untuk tarif uji sample bervariasi sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2015 tentang pemakaian kekayaan daerah dengan besaran minimal Rp10 ribu dan maksimal Rp200 ribu satu parameter uji.

“Untuk pelayanan uji sample yang bisa dilakukan pengujian yakni seluruh air dan udara guna menentukan standar baku mutu,”bebernya.

Terlepas dari itu, pihaknya menghimbau kedepan perusahaan dapat melakukan pengujian lingkungan secara periodik sesuai ketentuan UU. Sebab, jika tidak dilakukan secara tegas pihaknya akan memberikan sangsi administrasi baik berupa teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan hingga pencabutan izin.

“Intinya tiap-tiap parameter kualitas lingkungan ada aturan yang mengatur standar baku lingkungan. Namun, sesuai semangat DLH Mura kita akan berusaha meningkatkan mutu kualitas lingkungan hidup dan berupaya meningkatkan PAD,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Aliudin mendesak agar pemantauan kualitas air permukaan serta air bersih dan limbah industri yang beroperasi di Bumi Lan Serasan Sekentenan dapat dilakukan secara transparan dan berkesinambungan.

“Bilamana dari hasil uji Lab kualitas air permukaan dan limbah industri tidak memenuhi baku mutu maka tentunya harus dilakukan perbaikan. Jangan sampai, nantinya memberikan dampak buruk bagi lingkungan masyarakat yang ada di 14 Kecamatan,”pungkasnya. (HS-03)