Pembangunan Jembatan Ponton Belum Kantongi Izin

73
FOTO : DOC/HARIAN SILAMPARI
Jembatan ponton Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang.

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang belum mengatongi izin pembangunan jembatan musi di Desa Padang Tepong.

Jembatan tersebut menjadi penghubung antara Kecamatan Ulu Musi dengan Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker). Karena itu, rencana pembangunan jembatan musi pengganti jembatan Ponton Kecamatan Ulu Musi tersebut, belum dapat direalisasikan di 2019.

Namun demikian, Pemkab Empat Lawang sedang berupaya mendapatkan izin pembangunan jembatan itu, sehingga diharapakan pada 2020 mendatang, pelaksanaan pembangunan jembatan dapat dilaksanakan.

Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad mengakui, yang menjadi problem mengapa jembatan ponton belum dapat dibangun, karena memang belum mendapat izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia. Karena rencana pembangunan jembatan itu akan memiliki bentang lebih dari 60 meter dan karena itu harus ada izin Kementerian PUPR.

“Saya sudah perintahkan Dinas PU dan Penataan Ruang, untuk mendatangi Kementerian PUPR. Bagaimanapun harus dapat izin pembangunan jembatan itu dari Kementerian PUPR,” ujar Joncik, Senin (11/2).

Karena pada 2020 nanti pembangunan jembatan ponton di Kecamatan Ulu Musi harus mulai dilaksanakan. Sebab ini merupakan janji kampanye dirinya terdahulu termasuk anggota DPRD Empat Lawang dari priode ke priode untuk menyelesaikan itu. “Kalau jembatan di Muara Aman, Insyaallah tahun ini akan diselesaikan. Sesungguhnya karena jembatan ponton belum ada izin, terpaksa tahun depan,” imbuhnya.

Sebelumnya, warga di dua kecamatan dalam wilayah Kabupaten Empat Lawang, yakni Kecamatan Ulu Musi dan Kecamatan Paiker mempertanyakan realisasi pembangunan jembatan sungai Musi penganti jembatan ponton yang saat ini sudah cukup tua dan dinilai sudah tidak layak lagi di sebagai akses penghubung dua kecamatan.

“Kami selalu was-was saat melintas di atas jembatan, namun rencana pembangunan jembatan baru, kini bak rencana kembang di ajang (pepatah daerah yang bearti hanya sebatas rencana saja, tak pernah terealisasi, red),” ungkap Darul, salah seorang warga Kecamatan Ulu Musi saat dibincangi Harian Silampari, beberapa waktu lalu.

Rencana pembangunan jembatan baru, sebut dia, saat ini sering menjadi “jualan politik” beberapa oknum caleg di Dapil 4 Kabupaten Empat Lawang, untuk meraih simpati masyarakat di Kecamatan Ulu Musi dan Paiker. Hingga masyarakat sebut dia menjadi bosan dengan janji manis tersebut. “Kami sudah apatis, tidak lagi peduli karena janji pemerintah bangun jembatan baru, tak pernah terealisasi,” tukasnya. (HS-05)