Satu Untuk Semua

Pembunuh Istri Sirih Sedang Hamil Dihukum Seumur Hidup

Silampari Online,

REJANG LEBONG- Maryantoni alias Toni (36) warga Dusun Curup kecamatan Curup Utara mengakui perbuatannya dan terbukti bersalah melanggar pasal 340 KUHP atas pembunuhan berencana dan pasal 348 KUHP atas penganiayaan yang menyebabkan korban korban meninggal dunia.

Sidang yang berlangsung selama 40 menit, Rabu (16/5) di ruang sidang Pengadilan Negeri Curup dengan Hakim Ketua, Riswan Herafiansyah SH MH bersama Hakim Anggota, Hendri Sumardi SH MH dan Relson M Nababan SH MH membacakan putusan terhadap terdakwa dengan hukuman Seumur hidup.

“Terdakwa terbukti dan dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan terhadap korban dan divonis dengan hukuman kurungan seumur hidup,” kata Ridwan Herafiansyah saat membacakan Vonis.

Hal-hal yang memberatkan terdaknya, diantaranya yaitu terdakwa dengan sengaja menghilangkan nyawa istrinya beserta anaknya yang masih ada dalam kandungan. Selanjutnya perbuatan terdakwa dinilai tergolong sadis dan menyebabkan trauma mendalam bagi keluarga korban.

“Kita persilahkan terdakwa dan jaksa penuntut umum apakah akan mengajukan banding atau tidak atas putusan atau vonis yang diberikan. Semuanya punya hak yang sama mengambil langkah hukum selanjutnya,” ucap Riswan.

Terdakwa maupun JPU Kejari Rejang Lebong sama-sama menyampaikan bahwa akan pikir-pikir dulu terhadap putusan vonis yang sudah dijatuhkan hakim. Terdakwa dan JPU sama-sama mempunyai waktu maksimal 7 hari atau satu minggu dari pembacaan vonis hakim untuk mengajukan banding

“Saya pikir-pikir dulu pak hakim,” ucap terdakwa dan sidang langsung ditutup oleh hakim.

Penasehat Hukum (PH) terdakwa, M Gunawan SH mengatakan, sesuai keinginan terdakwa mereka akan pikir-pikir dulu, apakah mengajukan banding atau tidak terhadap vonis yang sudah dijatuhkan hakim.

“Tadi kan kawan-kawan media sudah mendengar, bahwa klien kita mengatakan pikir-pikir, jadi mau kita konsultasikan dulu dengan klien kita,” singkat Gunawan.

Terpisah, Kajari RL, Edi Utama SH MH melalui Kasi Pidum Eriyanto SH yang juga menghadiri sidang mengatakan juga pikir-pikir. Hasil sidang akan dilaporkan dulu ke atasan mereka dulu (Kajari) untuk mengambil langkah hukum selanjutnya. Apalagi putusan vonis yang dijatuhkan hakim yaitu vonis seumur hidup atau lebih rendah dari tuntutan mereka yaitu hukuman mati.

“Padahal tadi sama-sama kita dengarkan, tidak ada hal-hal yang meringankan yang dibacakan majelis hakim, hanya hal-hal yang memberatkan saja. Namun ternyata putusan yang dibacakan hakim tidak sesuai dengan tuntutan JPU kita. Tapi vonis dan keputusan hakim yang sudah dibacakan tetap kita hormati,” tukasnya. (HS-06)

Komentar
Loading...