Pertanyakan Pembangunan Gardu Induk

23
FOTO : RAHMAT/KONTRIBUTOR HARIAN SILAMPARI
GARDU INDUK : Lahan seluas 3,39 hektar di Desa Lubuk Rumbai Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara yang bakal dibangun Gardu Induk 150 kV Muara Rupit tampak sudah ditumbuhi semak belukar.

Silampari Online,

MURATARA – Setelah dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gardu Induk 150 kV di Kabupaten Muratara pada Februari 2018 lalu, kini masyarakat mempertanyakan kelanjutan pembangunannya.

“Sampai hari ini Gardu Induk itu belum dibangun, padahal acara peletakan batu pertamanya sudah satu tahun yang lalu, jadi kapan mau dibangunnya,” tanya salah seorang tokoh pemuda, Taufik Said, kemarin.

Gardu Induk tersebut direncanakan selesai dibangun pada pertengahan 2019, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dibangun. Bahkan kondisi lahan yang menjadi lokasi bakal dibangunnya Gardu Induk itu sudah ditumbuhi semak belukar.

“Setelah peletakan batu pertama tidak ada pembangunan lanjutan, sekarang lokasinya jadi semak belukar lagi, kami berharap pemerintah daerah secepatnya menanyakan tentang hal ini, apa yang menjadi kendalanya,” ujar dia.

Sementara itu, Bupati Muratara, H M Syarif Hidayat menyatakan, Pemkab Muratara bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) telah melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gardu Induk 150 kV Muara Rupit, yang berada di atas tanah seluas 3,39 hektar, di Desa Lubuk Rumbai Baru, Kecamatan Rupit.

Saat peletakan batu pertama kala itu, hadir selaku General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumbagsel, Dady Murihno MBA dan General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB), Daryono.

“Saya masih ingat waktu itu pak Dady Murihno selaku GM PT PLN Sumbagsel berpidato pada acara peletakan batu pertama bahwa April 2019 Gardu Induk Muratara sudah berfungsi, janji itu kita pegang, saya rasa masyarakat dan media juga masih ingat,” kata Bupati.

Pihaknya hingga saat ini belum menerima penjelasan dari pihak PT PLN terkait apa kendala dari pembangunan Gardu Induk tersebut sehingga tidak sesuai dengan yang telah ditargetkan.

“Senin (11/2) nanti kami akan rapat lagi bersama stakeholder terkait, nanti akan kami tanyakan lagi kepada pihak PLN mengapa pembangunan Gardu Induk itu mangkrak, apa masalahnya sampai melenceng dari target,” ujar dia.

Sebelumnya, telah dilakukan penyerahan sertifikat tanah untuk pembangunan Gardu Induk tersebut dari Pemkab Muratara kepada pihak PT PLN pada Desember 2017 lalu yang dituangkan dalam berita acara dan ditandatangani kedua institusi, dengan nomor: 028/082/V/BKD/2017. 

“Masalahnya ada pada internal mereka, kami belum mendapat penjelasan dari mereka, yang jelas masyarakat Muratara berharap percepatan pembangunan Gardu Induk tersebut,” pungkasnya. (KHS-01)