Pilkada Mura-Muratara Bisa Penuh Kejutan

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU-Meski masih ada waktu dua tahun lagi, namun aroma perpolitikan di Kabupaten Musi Rawas dan Muratara sudah tercium. Apalagi di media sosial facebook, sudah banyak berseliweran status-status yang menyinggung situasi politik di dua kabupaten ini. Bahkan sudah ada beberapa nama nama tokoh yang mulai ditimbulkan untuk dijadikan bupati maupun wakil bupati. Tokoh-tokoh itu, ada yang berasal dari pimpinan partai politik, anggota DPR RI, Birokrat maupun pengusaha.

Dimintai keterangan terkait politik di dua daerah tetangga Lubuklinggau ini, Pengamat politik Eka Rahman mengatakan, berpijak dari pengalaman pilkada sebelumnya, kemungkinan kejutan dalam arti munculnya figur baru di luar yang beredar selama ini tentu terbuka luas. 

Pada pilkada Mura misalnya pernah muncul figur Ratna Machmud, Wazanazi, Zulkarnain Hasan, Zabur Nawawi, dan lain-lain yang sebelumnya tidak terprediksi untuk ikut kontestasi. 

Begitupun figur Devi Suhartoni di Muratara yang muncul pada menit menit terakhir (last minute) menjelang penutupan pendaftaran.  Pada pilkada 2019, terbuka ruang yang luas atas munculnya figur figur baru tersebut, jika misalnya ada kebutuhan untuk menambal kekurangan figur yang telah ada selama ini. 

Sisi dukungan finansial yang belum maksimal misalnya, memunculkan figur Devi Suhartoni pada pilkada muratara yang dianggap bisa mengisi kekurangan sosok H. Syarif Hidayat dari sisi logistik (beliau unggul pada popularitas dan elektabilitas) pada Pilkada Muratara. Jika kebutuhan itu masih dirasakan, maka peluang munculnya figur baru sangat terbuka lebar. 

Apalagi para bakal calon yang punya target ikut kontestasi tentu sudah mulai mengkalkulasi figur mana yang ideal untuk di jadikan pasangan, figur mana yang cocok di posisi kada/wakada, figur mana yang akan jadi kompetitor kuat, figur mana yang potensial memiliki dukungan masa real, popularitas, jaringan dukungan, logistik. 

“Semua penjajagan itu akan terus berproses sampai nanti menjelang masa pendaftaran,” kata Eka.

Lanjut Eka, bisa juga ada kejutan dengan berpasangan kembali. Meski dalam pilkada 2018, menurut data kompas ada 64 incumbent yang terpilih kembali. Namun berdasarkan data, prosentase incumbent berpasangan kembali dengan pasangan yang sama pada periode ke 2 hanya 7 persen, ada banyak faktor yang melatari retaknya chemistry ini.

Bisa jadi pasangan H2G-Hj Suwarti berpasangan lagi di periode ke-2, namun bisa jadi keduanya menggandeng pasangan baru yang dinilai memiliki potensi. Sementara dalam konteks Muratara, saya lebih cenderung melihat H. Syarif Hidayat maupun Devi Suhartoni akan menggandeng figur lain. Karena besar kemungkinan wabup petahana itu akan naik kelas maju sebagai bakal calon bupati, dibanding dipinang sebagai wabup kembali.

Namun, jika kejutan itu di tafsirkan pada keikut sertaan Wawako Lubuklinggau dalam kontestasi pilkada Musi Rawas 2020. “Secara pribadi saya belum melihat signal maupun statemen yang mengarah kesana. Meski figur Suko sangat potensial, feeling saya menyatakan beliau tetap akan menuntaskan amanatnya sebagai Wawako Lubuklinggau sampai berakhirnya periode kelak. Komitmen beliau terhadap amanah yang diberikan masyarakat kota akan dipegang erat, dengan menafikan kemungkinan berperan serta pada Pilkada Musi Rawas,” pungkas Eka.(HS-02)