Pipa Pertamina Gagal Dicuri

    151
    Advertisement

    Amankan Dua Tersangka
     
    hariansilampari.co.id – Kerja keras Tim Khusus (Timsus) Polres Prabumulih melakukan lidik, kasus pencurian pipa PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 tidak sia-sia. berhasil mengagalkannya dan mengamankan dua pelakunya sekaligus sejumlah barang bukti disita.
     
    Pengungkapan kasus pencurian pipa PEP Asset 2 tersebut, dilakukan pada 9 Februari, sekitar pukul 17.30 WIB. Pelaku pencurian pipa pencurian pipa 8 inci di eks jalur air dari Air Rambang ke Prabumulih berhasil ditangkap dan diamankan.
     
    Kedua pelaku ditangkap Timsus Polres Prabumulih ketika tengah berpatroli, yaitu Edo Perdian (25) dan Parwito (25), tercatat sebagai warga Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan ketika tengah berada di Areal Pal 9 Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan.
     
    Ketika disergap keduanya tengah melakukan tindak pidana pencurian pipa dengan cara memotong pipa tersebut dengan menggunakan gerjadi besi. Melihat aksi tersebut Timsus Polres Prabumulih yang beranggotakan Bripka Dedi Irawan, Bripka Aris Munandar dan Bripka Ishar langsung melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku.
     
    Tidak hanya pelaku, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, mobil Carry warna biru bernopol BG 8014NG, sepeda motor mio soul warna hitam, dan pipa Uk 8 Inch sebanyak 26 batang dengan rincian 22 batang panjang @ 2 meter dan 4 batang panjang @ 4 meter.
     
    Nah, guna kepentingan penyelidikan. Kedua pelaku pencurian berikut barang bukti, sudah diamankan di Polres Prabumulih.
     
    Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH dikonfirmasi membenarkan ungkap kasus ini.
     
    “Iya, hasil lidik anggota kita. Setelah mendapatkan info, ternyata A1. Langsung melakukan pengungkapan, dan pelaku dan barang bukti sudah kita amankan dan sita,” ujarnya.
     
    Lanjutnya, kasus ini sendiri masih terus dikembangkan lebih jauh. Kedua pelaku sendiri, sementara ini dijerat kasus 363 Kitab Hukum Undang-Undang Pidana (KUHP) tentang pencurian dan pemberatan (curat).
     
    “Diancam dengan 7 tahun penjara, kasusnya masih terus kita lidik lebih lanjut. Kemana, pelaku menjual hasil curiannya,” pungkasnya. (03-PP)