Polisi Bongkar Pembuatan Senpira

165
FOTO : ISTIMEWA
AMANKAN : Ikhtiar Budi Santoso, Johan dan Fauzi , warga Desa Pian Raya, Kecamatan Muara Lakitan dan BB Senpira diamankan di Mapolres Mura, Kamis (10/1).
Advertisement

Silampari Online,

MUARA LAKITAN-Satreskrim Polres Mura berhasil membongkar pembuatan senjata api rakitan (Senpira),Rabu (9/1) sekira pukul 02.00 WIB, di pondok tersangka Desa Pian Raya.

Tersangkanya, Ikhtiar Budi Santoso (52) Warga Desa Pian Raya, Kecamatan Muara Lakitan. Johan (50) dan
Fauzi (46) warga yang sama.

Pada Rabu, 9 Januari 2019 sekira pukul 02.00 WIB petugas mendapatkan informasi bahwa di rumah Ikhtiar memiliki 1 (satu) pucuk senpi rakitan laras panjang berikut amunisi kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Polisi mengamankan barang bukti Senpira beserta dengan amunisi. Kemudian dari keterangan tersangka ikhtiar diketahui bahwa membeli senpira dari Johan. Lalu anggota opsnal melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka Johan di rumahnya.

Polisi mengamankan dua pucuk senpira laras panjang, 1 (satu) set alat bor, 3 (tiga) buah batang besi, 1 (satu) buah kunci busi, 1 (satu) kotak yang berisikan besi kecil-kecil untuk membuat senpira, dan amunisi berupa bubuk mesiu,timah dan serabut kelapa.

Lalu dari keterangan tersangka Johan diketahui bahwa selain dirinya yang membuat senpira juga ada Fauzi yang juga bisa membuat senpira.

Personil opsnal kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka Fauzi dan barang Bukti (BB).
BB sudah nekat minta mengamankan 3 (tiga) pucuk senpira laras panjang, 1 (satu) set alat membuat senpira, 3 (tiga) buah kikir/pahat besi, 7 (tujuh) batang besi, 1 (satu) buah kunci inggris, 6 (enam) butir peluru aktif, 1 (satu) butir selongsong, 1 (satu) set kunci beragam bentuk, dan 1 (satu) buah tas yang berisikan mesiu dan serabut kelapa.

Kemudian ketiga tersangka tersebut dibawa ke Polres Musi Rawas guna proses lebih lanjut,.

“Tersangka diamankan karena diduga tindak pidana menyimpan, memiliki, membawa dan menguasai senjata api tanpa hak yang bukan profesinya, sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951,” 15 tahun,” pungkasnya. (Hs-08)