Polisi Rilis Ungkap Kasus, Ada Tersangka yang Ditembak

RILIS : Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad mengamati barang bukti saat Press Realise di depan Mapolres Empat Lawang, Rabu (10/7/2019). Foto : Fahrurozi/HS.

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Polres Empat Lawang, menggelar press realise terkait hasil ungkap kejahatan di Kabupaten Empat Lawang selama Januari hingga Juli 2019. Kegiatan ini langsunh dipimpin Kapolres Empat Lawang, AKBP Eko Yudi Karyanto yang juga dihadiri Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Empat Lawang, lainnya di depan Mapolres Empat Lawang, Rabu (10/7/2019).

“Hari ini kami Polres Empat Lawang, menyampaikan press realise terkait hasil ungkap kasus yang dilakukan jajaran Polres Empat Lawang, sampai dengan saat ini, Juil 2019,” ungkap Kapolres Empat Lawang, AKBP Eko Yudi Karyanto mengawali kegiatan tersebut.

Salah satu yang ingin disampaikan kata dia, keberhasilan jajaran Polres Empat Lawang, menangkap salah seorang resedivis atas nama Riansyah. Resedivis ini sebut dia setelah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, ditemukan adanya lima laporan polisi (LP) terkait pada dirinya. 

“Saat hendak ditangkap, yang bersangkutan melakukan tindakan perlawanan sehingga anggota kita terpaksa melakukan tindak yang terukur yang memperhatikan pertimbangan keselamatan masyarakat dan petugas,” kata dia.

Tindakan petugas seperti yang dilakukan terhadap terhadap tersangka Riyansyah ini lanjut Kapolres, juga akan dilakukan kepada para tersangka-tersangka yang lain, bila dianggap telah mengancam keselamatan masyarakat lain dan petugas yang yang sedang menjalankan tugasnya.

“Yang bersangkutan ini merupakan tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan beberapa kasus lain seperti pencurian dengan pemberatan yang dilakukan pada malam hari. Ini sesuai dengan barang bukti yang kita peroleh di dalam rumahnya antara lain sejumlah sepeda motor,” urainya.

Dari tangan tersangka ini juga kita menemukan Narkoba jenis shabu. Ini menguatkan dugaan kita jika para pelaku tindak kriminal ini juga merupakan korban penyalahgunaan Narkoba.

“Kemudian baru-baru ini, kami juga menangkap salah seorang terduga pengedar Narkoba di wilayah Kecamatan Pendopo. Tersangkanya sudah ditahan. “Dengan adanya penangkapan ini, kita berharap masyarakat lainnya jangan pernah coba-coba melakukan tindakan yang sama, sebab kami akan ajukan ke Kejaksaan dengan ancaman hukuman yang semaksimal mungkin,” tegasnya.

Kemudian lajut Eko, dalam Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KKYD), Polres Empat Lawang, berhasil mengamankan kurang lebih 38 unit sepeda motor yang diduga bodong. “Dari 38 unit ini, kemudian ada 8 unit pemiliknya yang datang ke Polres Empat Lawang, membawa bukti-bukti kepemilikan seperti STNK dan BPKB. Sisanya kendaraan yang para pemiliknya belum bisa membuktikan kepemilikannya,” terang dia.

Pihaknya memberikan limit waktu selama tiga bulan mulai Juli 2019 ini, untuk pemilik sah kendaraan membuktikan kepemilikan dan memngambil kendaraan yang tersisah tersebut. “Jika dalam waktu tiga bulan dan surat dari pengadilan sudah diterbitkan, semua kendaraan ini akan kita musnahkan,” tandasnya. 

Sementara itu, Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad mengatakan, progam pengetasan masalah keamanan di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, merupakan program prioritas Pemkab Empat Lawang. Pihaknya sebut dia, akan terus bersinergi dengan TNI/Polri dalam mewujudkan program tersebut.

“Apa bila perlu, kami akan menganggarkan sebagian dari APBD Empat Lawang, untuk mendukung program ini,” kata dia.

Diapun menegaskan pelaku tindak kriminal di Empat Lawang, seeperti pelaku begal, pelaku Narkoba dan pelaku tindak kriminal lainnya harus diberantas dan ditangkap. “Kami akan terus mendukung aparat keamanan untuk melakukan ini,” imbuhnya.

Joncik juga menyampaikan imbauan, para pelaku timdak kejahatan segera menyerahkan diri, jangan sampai setelah dikejar aparat baru menyerah, sebab akan ada tindakan tegas bagi para pelaku tersebut jika tidak mau secara sukarela menyerahkan diri ke aparat penegak hukum.

“Polisi memiliki catatan, mana saja yang menjadi pelaku krimimal. Makanya, jika merasa sudah menjadi pelaku kejahatan, lebih bail menyerah saja sebelum dikejar. Kepada masyarakat yang belum terkontaminasi dengan tindakan kriminial, saya minta jangan pernah coba-coba,” imbaunya. (HS-05)