Potensi PAD Parkir Rp300 Juta

    72
    Advertisement

    Silampari Online,

    BATURAJA TIMUR – Pengelolaan parkir di Kabupaten OKU menuai sorotan anggota DPRD OKU, Rusman Junaidi. Ia menilai, pengelolaan parkir belum sesuai dengan peraturan daerah (perda).
    Dikatakan politisi Partai Golkar ini, bila parkir dikelola dengan benar, bukan tidak mungkin Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir bisa lebih besar lagi dari sekarang. “PAD parkir bisa mencapai Rp300 juta,” kata Rusman.

    Ia mengungkapkan, salah satu perda yang dilanggar adalah penarikan retribusi parkir di atas pukul 16.00 WIB. Diatas pukul 16.00 WIB, terangnya, juru parkir sudah tidak berhak memungut retribusi parkir kepada pemilik kendaraan.
    “Lihat saja di taman kota. Hingga pukul 10 malam juru parkir masih menarik retribusi parkir kendaraan tanpa karcis parkir,” beber Rusman.

    Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten OKU menyerahkan pengelolaan parkir kepada pihak ketiga. “Seharusnya pengelolaan parkir diserahkan ke pihak ketiga sejak dulu,” pungkasnya.

    Kepala Dishub OKU Aminelson melalui Kabid Hupdar Saprin mengatakan, peraturan waktu penarikan retribusi parkir yang dibuat oleh pemerintah belum spesifik. “Justru saat ini kita masih menggodok peraturan daerah tentang waktu parkir,” ujar Saprin.

    Dikatakan Saprin, untuk masalah karcis, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena yang menerbitkan karcis parkir adalah Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA). “Kita belum berani menyerahkan pengelolaan parkir kepada pihak ketiga mengingat peraturan daerah tentang parkir yang belum spesifik mengenai pengelolaan parkir,” pungkas Saprin. (bet)