Satu Untuk Semua

Presiden Anugerahkan Tanda Kehormatan Satyalencana Kebaktian Social

*Kepada para Donor Darah Sukarela 100 Kali

8

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Masyarakat Kota Lubuklinggau pantas bangga. Pasalnya Presiden RI H Joko Widodo memberikan penganugerahan tanda kehormatan Satyalencana Kebaktian Social kepada para donor darah sukarela 100 kali di Istana Kepresidenan Bogor, baru-baru ini. Salah satu penerima penghargaan itu berasal dari Kota Lubuklinggau

Kabar ini disampaikan H Ridwan. SKM.MKes selaku Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Palembang, dalam siaran persnya, Rabu (5/12). Ia menuturkan rentetan hingga menerima penghargaan tersebut.

Pukul 10.00 WIB sebanyak 39 peserta Donor Darah Sukarela (DDS) dari Kota Palembang, didampingi oleh Petugas dari PMI Palembang yang dikomandoi Bpk Yudi S Fakar, sudah berkumpul di bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, dibandara SMB II para peserta DDS dengan menggunakan Baju Jumputan Khas Palembang mendapat pengarahan dari Tim Pendamping seputar kesiapan untuk keberangkatan dan kelengkapan jumlah peserta yang akan berangkat dikarenakan pada pukul 11.45 WIB akan bertolak ke Jakarta. Setelah menempuh 1 jam perjalanan dari Palembang ke Jakarta, lebih kurang pkl 12.45 WIB tiba di Airport Soekarno Hatta di Tangerang.

Dari Bandara Soetta, rombongan peserta dari Palembang, menuju hotel yang telah dipersiapkan oleh PMI Pusat di Grand Sahid Jakarta dan setibanya rombongan disambut Panitia Pusat, nampak Ratusan Peserta DDS dari Provinsi lain sudah tiba sebelumnya ini nampak dari berbagai corak ragam pakaian yang mereka kenakan. Setelah masing-masing peserta mendapat kunci kamar, maka para peserta istirahat sejenak melepaskan kepenatan sejak keberangkatan dari rumah.

Pada Hari ke 2, semua peserta pendapat kesempatan untuk menikmati keindahan kota Jakarta, kami dari Kontingen Sumatera Selatan sebanyak 53 orang berkesempatan mengujungi Monumen Nasional (Monas) yang begitu megahnya. Nampak sekali raut raut muka kebahagian dari para peserta dapat melihat langsung Monumen kebangaan bangsa Indonesia, yang bagi sebagian peserta ini merupakan kali pertama melihat secara langsung Monumen bersejarah yang dibangun atas gagasan Bapak Presiden Ir. Soekarno. setelah puas menikmati Monas, peserta diajak mengunjungi Museum Penghianatan G30 S PKI, di rumah kediaman AH Nasution. Di musium ini semua peserta tertegun dan sampai tak dapat mengucapkan sepatah kata apapun setelah menyaksikan Diorama kejadian yang dibuat senyata mungkin dengan kejadian sebenarnya. episode demi episode dijelaskan oleh Petugas museum kepada peserta DDS dari Sumsel, sampai dengan bukti bukti sejarah yang masih terawat dengan baik, dan ditempatkan pada masing-masing ruangan yang tertata apik.

Setelah puas menyaksikan putaran waktu ke tahun kejadian pemberontakan PKI, para peserta diajak menikmati satu lokasi lagi tujuan Wisata di Jakarta yang sangat rugi bila dilewatkan yaitu Kota Tua di Jakarta Pusat. Lelah berkeliling di Kota Tua akhirnya peserta kembali lagi ke hotel untuk istirahat dikarenakan malam hari aka ada pertemuan Panitia Pusat dengan ke 897 peserta DDS dari seluruh Indonesia.

Hari ke 3, minggu Pagi semua peserta sebanyak 897 orang dan masing masing Pendamping dari seluruh Indonesia setelah Salat Subuh langsung berangkat ke Istana Bogor. Karena pukul 08.45 WIB acara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Kebaktian Sosial kepada para DDS 100 kali akan segera dimulai. Pada awal acara dimulai Gladi resik yang dimulai pukul 08.00 WIB berjalan lancar tanpa ada hambatan. Namun Allah SWT memberikan nikmat kepada Hamba-Nya berupa guyuran hujan gerimis, pada akhirnya Panitia Pusat mengambi keputusan peserta DDS yang tadinya ditempatkan di arena terbuka didepan Istana Bogor dipindahkan ke Ruang Garuda Istana Bogor. Tepat Pukul 09.00 WIB acara dimulai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. Selanjutnya Laporan Wakil Ketua Umum PMI Prof Ginanjar Karta Sasmita. Ia melaporkan kepada Presiden tentang maksud, tujuan diselenggarakannya acara penganugerahan Satyalenca ini dan jumlah peserta mengikuti acara ini dari 22 Provinsi dari seluruh Indonesia.

Acara berikutnya adalah sebuah moment yang mungkin tak akan terlupakan oleh seluruh peserta DDS adalah Penyerahan Cincin PMI kepada 22 perwakilan daerah oleh Bapak Ketua Umum PMI, M Jusuf Kalla.

Selanjutnya adalah Pembacaan Surat Keputusan Presiden RI oleh sekretaris Meliter Presiden selaku Sekretaris Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan. Kemudian acara yang paling khidmat adalah Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Kebaktian Sosial kepada Para Pendonor Sukarela 100 kali yang diberikan secara simbolis kepada 22 orang perwakilan dari 22 Provinsi oleh Presiden RI.

“Alhamdulilah saya merupakan salah satu peserta penerima Satyalencana ini yang secara rutin saya mendonorkan darah mulai saya Kuliah di tingkat 3 di Akper Depkes Palembang tahun 1986 yang lalu dan secara rutin saya menyumbangkan darah, dan sekarang sebagai Dosen di almamater tercinta Jurusan Keperawatan Poltekkes Palembang,” ungkap Ridwan.

Dalam sambutannya Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan apresiasinya kepada para pedonor yang secara sukarela sudah menyumbangkan darahnya lebih 100 kali, “Sungguh Bapak, Ibu, saudara saudari sekalian pantas disebut sebagai Pahlawan Kemanusiaan, sebab untuk seorang pendonor darah bisa menyumbangkan darah nya sampai 100 kali berarti sudah melakukan selama minimal 25 tahun,” kata ujar Jokowi hadir bersama ibu Negara Iriana Joko Widodo, disambut tepuk tangan gemuruh dari para peserta DDS.

Jokowi berharap penghargaan Satyalencana dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya. Agar terus konsisten dalam melakukan donor darah guna menyelamatkan nyawa Manusia karena masing masing peserta yang sudah menyumbang 100 kalo berarti sudah 30 liter darah yang disumbangkan yang bisa menyelamatkan 150 nyawa manusia tentunya nyawa nyawa manusia yang bapak ibu sudah selamatkan jauh lebih penting dari pada penghargaan Satyalencana kebaktian sosial ini.

Acara diakhiri dengan doa dan foto bersama di depan Istana Bogor bersama Presiden RI dan istri, Ketua Umum PMI dan istri, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Menteri Kesehatan RI, Menteri Dalam Negeri dan undangan.(Rls/HS-09)

Komentar
Loading...