Program Desa Sadar JKN Diserbu Warga

    103
    Hamrizal Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Lahat berfose dengan masyarakat, Kamis (6-9). Foto : Istimewa .
    Advertisement

    Silampari Online,

    LAHAT- Jarak yang jauh serta medan tempuh yang membutuhkan kendaraan khusus untuk keluar dari daerah tertentu merupakan salah satu faktor yang menyebabkan beberapa warga yang telah memiliki keinginan dan memahami manfaat untuk menjadi peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan terhambat.

    Memiliki 527 Desa dengan luas wilayah 4.361,83 km2 yang dikeliling pengunungan dan sungai besar merupakan kondisi geografis Kabupetan Lahat, melalui program Desa Sadar JKN yang mengunjungi langsung desa-desa terjauh dan sulit untuk di jangkau guna mewujudkan keinginan masyarakat menjadi peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan yang selama ini terhambat karena terkendala jarak untuk menuju kota membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit dan sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani sehingga aktifitas merawat dan menjaga setiap hari serta penghasilan yang tidak bisa ditetapkan waktunya.

    “1 Minggu Minimal 2 desa kami kunjungi dengan tujuan yang pertama memudahkan masyarakat dalam pendaftaran menjadi peserta JKN-KIS BPJS Kesehatansertakami juga melakukan pemberian informasi langsung sehingga tidak hanya tahu tetapi paham mengerti mengenai Program JKN-KIS BPJS Kesehatan dan tentunya juga meningkatkan kepatuhan dalam membayar iuran,” kata Hamrizal Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Lahat.

    Kegiatan ini sangat efektif dalam membantu pencapaian kepesertaan JKN-KIS BPJS Kesehatan Kabupaten Lahat yang menyisakan 36.02 % menuju Cakupan Semesta (Universal Health Coverage), dikarenakan untuk 1 desa Banjar Sari terhitung mencapai 125 Kepala Keluarga yang mendaftarkan diri beserta keluarganya menjadi peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan.

    Aparat desa yang dikunjungi juga membantu dan sangat mendukung karena melalui kegiatan ini merubah pola pikir yang selama ini pada saat sakit baru mendaftar menjadi peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan dan apabila sehat tidak patuh dalam membayarkan iuran serta melaui kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa program ini saling membantu melalui iuran yang dibayarkan, di akhir kegiatan sampaikan ada masyarakat yang menyediakan jasa pembayaran Iuran JKN-KIS BPJS Kesehatan melalui beberapa aplikasi seperti Paytren. (HS/Rls)