Program Religius Banyuasin akan Jadi Contoh Internasional

    175
    Advertisement

    * Untuk Hafizh Penghafal Al-Qur’an

    hariansilampari.co.id-Upaya Pemerintah kabupaten Banyuasin untuk menjadikan masyarakat bumi Sedulang Setudung sebagai Penghafal Al-Qur’an yang bekerja sama dengan Ihwan Institut Yordania beberapa waktu lalu ternyata mendapat respon positif. Ini terbukti dengan adanya kunjungan sekaligus peninjauan oleh direktur Ihwan institut Yordania ke kabupaten Banyuasin, Rabu 27 Februari 2019.

    Kunjungan Direktur Ihwan institut Yordania oleh dr Halid Akhmad Bank Umar ini di sambut langsung oleh Bupati Kabupaten Banyuasin H. Askolani, SH. MH di masjid Al- Amir di komplek perkantoran Banyuasin, usai melakukan shalat zhuhur berjamaah Bupati langsung menjamu dr. Halid Akhmad untuk makan siang bersama, di rumah Dinas Bupati Kabupaten Banyuasin.

    Kemudian dilanjutkan kunjungan ke salah satu pondok pesantren yang tertua di kabupaten Banyuasin, yaitu pondok pesantren Nurul Iman Desa Ujung Tanjung Kecamatan Banyuasin lll Kabupaten Banyuasin.

    Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Banyuasin H. Askolani, SH. MH menerangkan ada tiga metode yang akan diterapkan oleh Ihwan institut Yordania untuk menjadikan kabupaten Banyuasin sebagai contoh internasional Kabupaten Penghafal tercepat Al-Qur’an. Oleh sebab itu dirinya menunjuk pesantren Nurul Iman sebagai pesantren pertama yang akan menerapkan program Hafizh Al-Qur’an Ihwan institut Yordania tersebut.

    ” Terkait dengan salah satu program Religius Kabupaten Banyuasin , yakni pendirian rumah tafiz Al-Qur’an. Hari ini pondok pesantren Nurul Iman kita tunjuk sebagai pondok pesantren pertama yang akan melaksanakan program tersebut. Dengan adanya kunjungan dari Ihwan institut Yordania ini menandakan bahwa permohonan kerjasama kita untuk menjadikan kabupaten Banyuasin sebagai rumah tafiz Al-Qur’an mendapatkan respon dari mereka. Maka dari itu dalam waktu yang dekat kita akan mendatangkan ustadz , ustadzah dari Yordania untuk menerapkan cara bagaimana belajar dan menghafal Al-Qur’an dengan cepat,” terangnya.

    Lanjut Bupati, jika memungkinkan dan memang ada santri atau santriwati yang memiliki skill tidak menutup kemungkinan akan di kirim untuk belajar ke Yordania, begitu juga sebaliknya santri, santriwati sana akan kita suruh belajar ke kabupaten Banyuasin sehingga terjadi pertukaran ilmu antara Ihwan institut Yordania dengan Pondok pesantren yang ada di kabupaten Banyuasin.

    ” Insyaallah Dengan modul baru cara cepat belajar bahasa Arab dan memahami serta memaknai isi Al-Qur’an salah satu cara agar santri kita cepat hafal Al-Qur’an. Oleh sebab itu kepada segenap lapisan masyarakat kabupaten Banyuasin saya memohon Do’anya dan dukungan agar program tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah kita harapkan,” tegasnya.

    Sementara itu Direktur Ihwan institut Yordania Halid Akhmad Bank Umar melalui penerjemahnya mengatakan bahwa 2019 ini program tersebut akan dikembangkan di kabupaten Banyuasin, dirinya berharap dengan adanya program tersebut para penerus bangsa ini memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk sungguh-sungguh dalam menerima menimba ilmu.

    ” Sekarang saya berdiri didepan penuntut ilmu, buku ini merupakan peninggalan yang abadi, kalau ditinggal rumah dan makanan semua bisa habis, namun di tinggalkan ilmu akan kekal selama ilmu itu berguna bagi orang yang mau bejar, wahai para penuntut ilmu belajar lah sungguh-sungguh jangan sia-siahkan waktu. Kita harus manfaatkan waktu sebaik mungkin karena hanya dengan ilmu kita bisa berguna untuk masa depan dan bangsa ini. Bagi yang mau belajar dan benar-benar mau menuntut ilmu,saya tunggu kalian di Yordania, ” imbuhnya.(KHS-02)