Satu Untuk Semua

Satu NIK Bisa Tiga Nomor Seluler

Silampari Online,
*Blokir Sim Card Secara Bertahap

LUBUKLINGGAU – Berakhirlah sudah pendaftaran ulang registrasi kartu prabayar. Dan itu, sudah ditegaskan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bahwa batas akhir pendaftaran ulang kartu sampai dengan kemarin, Rabu (28/2). Bagi yang belum mendaftar kartu pra bayarnya akan diblokir secara bertahap. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Lubuklinggau, Erwin Armedi mengatakan, batas pendaftaran ulang registrasi kartu pra bayar sampai kemarin hingga pergantian hari yakni, pukul 00.00 WIB.
Sebelumnya, sudah ditegaskan oleh Kementerian mulai 31 Oktober 2017 para pengguna kartu SIM prabayar operator seluler di Indonesia, baik pelanggan lama maupun baru, diwajibkan untuk mendaftar ulang dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK).

“Bagi yang masih belum berarti kelalaian mereka,” tegas mantan Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Lubuklinggau.

Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat Kadisdik ini menjelaskan, bagi yang belum register ulang setiap saat pasti ada pemberitahuan melalu SMS. Dan bagi yang sudah mendaftar namun, gagal harus dicoba. Jangan dibiarkan tidak mengulanginya. “Yang sudah daftar pasti mendapatkan SMS kembali, yang isinya “Pelanggan yth, registrasi prabayar anda 628537437×××× masih belum berhasil, karena salah NIK, silahkan utk melanjutkan registrasi atau juga ada “Maaf, data NIK yang Anda masukkan salah. Mohon cek data diri Anda & lakukan kembali proses registrasi,” terangnya.
Pemerintah akan memberikan sanksi kepada para pengguna layanan selular bila tidak melakukan registrasi kartu prabayar sesuai dengan identitas resmi, yakni nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) berupa pemblokiran nomor secara bertahap.
Lebih lanjut, Erwin mengatakan, sesuai yang dijelaskan Kominfo bahwa ada beberapa tahapan pemblokiran yang akan dilakukan pemerintah yakni,
Pertama, pemblokiran panggilan keluar dan SMS. Pada tahap awal, apabila pengguna tidak meregistrasi ulang,  konsekuensinya adalah tidak bisa melakukan panggilan keluar dan mengirimkan pesan singkat (SMS). Jangka waktu yang ditetapkan yakni selama 30 hari.
Kedua, pemblokiran panggilan masuk dan SMS. Dalam 30 hari selanjutnya, pemblokiran dilakukan terhadap layanan menerima panggilan telepon dan SMS. Namun, kartu SIM masih bisa digunakan untuk mengakses internet.
Ketiga, pemblokiran total. Setelah 15 hari, jika pelanggan belum juga melakukan registrasi, pemerintah akan memblokir kartu SIM seluruhnya sehingga tidak bisa digunakan.
“Masing-masing paling lama 30 hari. Tapi 15 hari bila sudah mendapatkan peringatan kedua berupa nomor tak bisa ditelepon itu akan diblokir setelahnya,” pungkas Erwin Armedi.

Hal sama diungkapkan Kepala Diskominfo Kabupaten Mura, H Bambang Hermanto melalui Sekretaris, M Rozak. Dia mengatakan, sebagaimana pernyataan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Kominfo), Ahmad M Ramli, dalam siaran persnya, Selasa (27/2) bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali mengimbau pengguna seluler untuk segera menuntaskan proses tersebut sebelum nomornya terkena pemblokiran.  “Sesuai kebijakan registrasi nomor seluler prabayar dimulai sejak 31 Oktober 2017 yang lalu,”jelas Rozak kepada Harian Silampari, Rabu (28/2).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, pengguna kartu seluler prabayar diharuskan mendaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) melalui pesan yang dikirimkan ke nomor 4444 (format pesan berbeda untuk tiap operator). “28 Februari (kemarin) dimulai hitung mundur sebelum pemblokiran secara bertahap,”terangnya.
Menurutnya, sesuai Peraturan Kementerian Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, alur pemblokiran tidak akan dilakukan dalam satu waktu sekaligus, melainkan secara bertahap. Dimana, tahap pertama pemblokiran dimulai dengan pemblokiran panggilan keluar (outgoing call) dan pesan singkat keluar (outgoing SMS) yang akan berlaku hingga 31 Maret 2018. Sepanjang periode itu, pelanggan masih diberi kesempatan untuk melakukan registrasi. “Jika tidak juga registrasi hingga 14 April 2018, maka setelahnya akan dilakukan pemblokiran telepon masuk dan SMS masuk. Jika belum juga registrasi hingga 29 April 2018, maka mulai 30 April 2018 akan ditambah dengan pemblokiran layanan internet,”paparnya.

Kemudian, ciri-ciri kartu SIM prabayar yang sudah berhasil diregistrasi. Pertama, jika registrasi lewat SMS, maka akan menerima balasan yang menyatakan registrasi telah berhasil dilakukan. Sedangkan, jika tidak berhasil, ada kemungkinan terjadi beberapa kesalahan saat melakukan registrasi. Misalnya, salah memasukkan nomor KK karena berpindah domisili, atau NIK dan KK diblokir Dukcapil Kemendagri karena ada data ganda.
“Kalau ini yang terjadi, maka Anda bisa datang ke gerai operator dan melakukan registrasi secara manual dan mengisi surat pernyataan,”imbunya.
Selain itu, ciri kedua nomor prabayar yang sudah terdaftar tidak akan banjir SMS dari 4444. Sebab, dalam kurun waktu tertentu, nomor tersebut akan mengirimkan pesan yang mengingatkan pelanggan yang belum melakukan registrasi. “Kemenkominfo membolehkan satu NIK untuk memiliki tiga nomor seluler prabayar. Hanya saja registrasi untuk pengguna tiga nomor hanya bisa dilakukan di gerai operator dengan menyertakan alasan yang jelas sehingga penggunaan kartu itu tidak untuk kejahatan,”pungkasnya. (HS-02/07)

Komentar
Loading...