Satu Untuk Semua

Satu Penderita HIV/AIDS Meninggal

124

SIlampari Online,

MURATARA – Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Dinas Kesehatan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Diketahui, HIV adalah virus yang menyerang penurunan daya tahan tubuh, sementara AIDS merupakan kumpulan berbagai gejala penyakit sebagai akibat menurunnya sistem dan fungsi kekebalan tubuh oleh virus HIV.

Kepala Dinas Kesehatan Muratara, dr Mahendra, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Fatahul Rachman mengungkapkan, selama tahun 2018 tercatat hanya ada dua kasus HIV/AIDS di Kabupaten Muratara.

“Selama tahun 2018 ini ada dua kasus HIV/AIDS di Muratara, satu orang sudah meninggal dunia dan satu orang lagi sudah tidak tinggal di Muratara, dia sudah pindah ke luar daerah, di Batam,” ungkapnya, kemarin.

Untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS ini, Dinas Kesehatan terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat agar Muratara bebas dari HIV/AIDS, apalagi Muratara belum memiliki klinik Voluntery Conselling and Testing (VCT).

Fatahul menjelaskan, VCT merupakan tempat konseling dan test HIV/AIDS yang bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan serta pengobatan bagi penderita HIV/AIDS, layanan VCT bisa di puskesmas, rumah sakit, atau klinik penyedia VCT.

“Kita belum ada layanan VCT, tapi kalau untuk deteksi dini pemeriksaan HIV/AIDS bisa di puskesmas, semoga nantinya Muratara memiliki klinik VCT, sehingga pelayanan terhadap HIV/AIDS bisa langsung di Muratara,” harapnya.

Lebih lanjut, pihaknya meminta bantuan kepada pemerintah desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pemerintah daerah untuk berpartisipasi mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya penyakit HIV/AIDS.

Mengingat sasaran dari penyakit HIV/AIDS ini mulai dari bayi baru lahir yang menular dari kedua orang tuanya, hingga orang dewasa yang sering melakukan seks bebas, berganti-ganti pasangan, serta bisa juga melalui jarum suntik yang sudah tidak steril lagi.

“Maka dari itu kami berharap sekali seluruh elemen masyarakat dapat membantu kami untuk mensosialisasikan kepada semua orang tentang bahaya penyakit ini,” pungkasnya. (KHS-01)

Komentar
Loading...