Saya Tetap Mengabdi di Dunia Pendidikan

    *Nely Murniati Dilantik jadi Anggota DPRD Kota Lubuklinggau

    614
    FOTO : ISTIMEWA
    Ketua DPRD Kota Lubuklinggau H Rodi Wijaya memasang cupu dewan pada Nely Murniati
    Advertisement

    Silampari Online,

    KETUA DPRD Kota Lubuklinggau H Rodi Wijaya melantik Nely Murniati, SP.  M,Si menjadi anggota DPRD Kota Lubuklinggau. Dosen yang juga politisi dari Partai Golkar ini, menggantikan rekan separtainya almarhum Lexi Yunicko. Bertempat di eks Gedung DPRD Kota Lubuklinggau, Senin (18/2).

    Nely sapaan Nely Murniati kepada wartawan mengaku, sama sekali tidak menyangka, kalau ternyata memang sudah menjadi suratan nasibnya untuk duduk di kursi legislatif.

    “Saya tidak pernah berpikir, apalagi berdoa untuk dilantik, karena yang sudah bagi saya ya sudah, tidak saya pikirkan lagi,” ungkap istri dari Ir. John Bimasri, M.Si ini.

    Diceritakan Nely, pada pileg 2014-2019 lalu namanya sempat tidak lolos untuk masuk ke gedung legislatif.  Sejak saat itu dia tidak pernah berpikir akan dilantik sebagai anggota dewan. Akan tetapi suratan nasibnya berkata lain. Almarhum Lexi yang menjadi PAW Wansari karena pindah partai, tutup usia.

    “Saya dihubungi partai dan diminta untuk menyiapkan berkas menggantikan almarhum,” ujar ibu dari Nanda Sashia Bimasri ini.

    Sebagai dosen, terlebih dahulu dirinya meminta izin kepada rektor. Setelah izin dikantongi barulah Dosen UNMURA ini mempersiapkan berkas yang diminta oleh partai berlambang pohon beringin ini.

    Meski kini sudah menjadi anggota legislatif, namun Nely, tetap mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Hanya saja, sebagai dosen sertifikasi, tentu waktunya sudah tidak banyak lagi. Karena itu dia memilih cuti sebagai dosen sertifikasi. “Dosen tetap, hanya saja sertifikasi cuti,” ucap wanita berparas ayu ini.

    Keputusannya untuk tetap menjalani profesinya sebagai dosen sekaligus anggota legislatif mendapat dukungan penuh dari sang suami.  Karena dengan duduk di kursi dewan, dirinya bisa ikut mengawal langsung wajib belajar 9 tahun, sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang. Sehingga tidak ada lagi masyarakat di Lubuklinggau yang kurang mampu tak menikmati pendidikan. “Tidak ada lagi masyarakat kurang mampu tidak sekolah,” pungkas politisi partai Golkar ini. (HS-08/rilis)