Serempak, 1.946 Akad KPR BNI Ditandatangani

121
pemimpin BNI Cabang Lubuklinggau Zulfebriansyah saat melakukan penandatanganan berkas, Sabtu (23/3/2019). foto Agus-Harian Sllampari
Advertisement

*146 Pengembang Gandeng BNI

Silampari Online

RUMAH merupakan kebutuhan dasar dan mendapatkan rumah yang diidamkan adalah kebahagian bagi setiap orang. Itu juga menjadi kebanggaan BNI yang mendapatkan kepercayaan untuk membantu pembiayaan kepemilikan rumah tersebut.

Mengulang kesuksesan akad massal sebelumnya yang telah dilaksanakan BNI di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 26 September 2018. BNI kembali menggagas penandatanganan 1.946 akad kredit pemilikan rumah (KPR) secara serempak di sekitar 86 kota di seluruh Indonesia. Puncak acara akad kredit massal ini dipusatkan di Monumen Kapal Selam, Surabaya, Sabtu (23 Maret 2019).  

Hadir untuk menyaksikan penandatanganan massal tersebut, Direktur Retail Banking BNI Tambok P Setyawati, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D Heri Poerwanto, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Budi Hartono.

Tambok menyebutkan, selain di Surabaya, terdapat 85 kota lain yang menjadi lokasi penandatanganan akad kredit massal tersebut yaitu Medan, Padang Sidempuan, Pemantang Siantar, Tanjung Balai Asahan, Tebing Tinggi, Kabanjahe, Pekanbaru, Bukittinggi, Dumai, Padang, Payakumbuh, Rengat, Solok, Tg. BalaiKarimun, Tg. Pinang, Bangko, Baturaja, Bengkulu, Jambi, Kotabumi, Kuala Tungkal, Lubuk Linggau, Muara Bungo, Palembang, Pangkal Pinang, Prabumulih, Metro, Kayu Agung, dan Tanjung Karang. Kota lainnya adalah Cianjur, Jepara, Semarang, Tegal, Bojonegoro, Jombang, Mojokerto, Pamekasan, Ambon, Bau-Bau, Bulukumba, Kendari, Makassar, Mamuju, Palopo, Pare-Pare, Polewali, Sengkang, Bima, Mataram, Balikpapan, Banjarbaru, Banjarmasin, Barabai, Bontang, Ketapang, Kotabaru Pulau Laut, Kuala Kapuas, Muara Teweh, Nunukan, Palangkaraya, Pangkalanbun, Pontianak, Samarinda, Sambas, Sampit, Singkawang, Sintang, dan Tarakan. Program yang sama juga dilakukan di Gorontalo, Kotamobagu, Luwuk, Manado, Palu, Tahuna, Bitung, Jakarta, Serang, Bekasi, Kerawang, Biak, Jayapura, Manokwari, Merauke, Sorong, Cilacap, Magelang, Purwokerto, Solo, Yogya, Wonosobo, Purbalingga, Jember, Kediri, Madiun, Ponorogo dan Situbondo.

“BNI tetap optimis akan menyalurkan lebih banyak kredit hingga akhir 2019. Di samping itu, BNI juga menawarkan kemudahan pembayaran uang muka secara cashless yakni melalui mobile banking, sms banking, maupun internet banking. Kemudahan tersebut merupakan langkah BNI dalam membangun cashless society, dan digitalisasi” ujar Tambok.

BNI juga mengajak nasabah para pemilik rumah baru agar memanfaatkan layanan digital banking/ e-channel BNI yang handal yaitu Mobile Banking. Layanan Mobile Banking BNI antara lain dapat digunakan untuk pembayaran rutin bulanan seperti PLN, PDAM, PBB dan juga iuran kompleks bulanan (pada beberapa perumahan yang sudah bekerjasama antara BNI dengan pengembang atau pengelola kompleks). Para nasabah juga dapat memanfaatkan kesempatan untuk bisa menjadi Agen46 BNI di lingkungan komplek perumahannya.

 Selain untuk debitur KPR Sejahtera yang memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), akad kredit massal ini juga dilakukan untuk debitur BNI Griya yang yang termasuk didalamnya adalah generasi milenial. Gaya hidup generasi milenial zaman now itu identik, yaitu lebih fokus mencari pengalaman dan menikmati hidup dengan happy. Mulai dari suka ngopi, travelling, kulineran hingga bergaya mengikuti tren terkini yang kerap membuat milenial diasumsikan bahwa memiliki rumah tidak menjadi prioritas. 

Ditambah faktor harga rumah yang tak lagi murah, rumah dengan lokasi strategis di tengah kota atau ibukota saja harganya rata-rata terus meningkat. Sebagai gambaran, data dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan harga rumah di wilayah Jabodetabek saja mengalami kenaikan 20% per tahun. Sementara kenaikan gaji milenial posisi karyawan rata-rata hanya 10% per tahun.

Tentu punya rumah atau hunian idaman pribadi bagi milenial menjadi tantangan tersendiri. Menanggapi hal ini, BNI menciptakan sebuah produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baru yang lebih mengerti gaya hidup, kebutuhan, dan kemampuan bayar kaum milenial.

Direktur Bisnis Ritel BNI Tambok P Setiawati mengatakan BNI hadir menginspirasi generasi muda untuk lebih berani memikirkan masa depannya mulai dari sekarang, dengan Produk BNI Griya maupun program  KPR Sejahtera BNI-FLPP dari Kementerian PU dan Perumahan rakyat.

Keunggulan lain BNI Griya adalah Pembayaran Uang Muka sebesar 0%, suku bunga yang ringan dan tetap mulai dari 6,75% per tahun efektif fixed 2 tahun pertama dan 7,75% per tahun efektif fixed 1 tahun berikutnya. BNI juga menawarkan plafon sebesar Rp 20 miliar dengan  jangka waktu yang fleksible hingga 30 tahun. Menariknya, BNI Griya juga ditawarkan dengan fleksibilitas fitur angsuran suka-suka, dimana cicilan akan menjadi lebih ringan di awal kredit, disesuaikan dengan penghasilan, sehingga tidak mengubah gaya hidup secara drastis.

Sejalan dengan tagline #BNItuDigital kini BNI juga menawarkan kemudahan pengajuan KPR BNI Griya tanpa perlu repot datang ke Bank  melalui aplikasi online (e-Form). Aplikasi ini dapat diakses melalui website www.bni.co.id atau melalui aplikasi BNI Mobile Banking.

Tambok menambahkan, hadirnya e-Form BNI Griya ini merupakan persembahan BNI kepada masyarakat luas yang ingin mengajukan aplikasi KPR dengan mudah. Apalagi segmen milenial yang sangat tinggi ketergantungannya terhadap gadget.

Di samping itu, sebagai wujud komitmen BNI dalam mendukung program satu juta rumah BNI juga menyalurkan program KPR Sejahtera FLPP dari PPDPP Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. KPR FLPP dengan suku bunga yang sangat ringan yaitu 5% sampai dengan tenor kreditnya selesai sangat membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah memperoleh rumah.

Guna lebih mempercepat pertumbuhan penyaluran pembiayaan perumahan, maka pada kesempatan yang sama dilakukan penandatangan PKS sebanyak 146 pengembang. Dengan tambahan ini semakin menambah daftar kerjasama yang sudah ada lebih dari 1.500 pengembang dengan BNI.

?Akad Massal yang digelar di BNI Cabang Lubuklinggau dihadiri Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe yang diwakili Asisten 1 H Heri Suryanto, Wakil Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dewanta Ary Wardhana, pemimpin BNI Cabang Lubuklinggau Zulfebriansyah, Kepala Disperkim H Emra Endi Kusuma, beserta puluhan perwakilan developer/pengembang dan debitur di Kota Lubuklinggau dan sekitarnya.

Zulfebriansyah menjelaskan, khusus kegiatan akad massal di Kota Lubuklinggau ini diikuti 22 debitur dan 1 developer yang merupakan developer yang ke 20 yang bekerjasama dengan BNI Cabang Lubuklinggau. “Karyawan swasta pun ada yang sudah akad. Sebab kami memberikan kemudahan dalam administrasi,” ujarnya kepada wartawan.

Di samping itu dalam sambutannya, Asisten 1 H Heri Suryanto mengucapkan selamat kepada BNI yang telah menjadi salah satu Bank sebagai Bank pembiayaan perumahan.

“Rumah adalah kebutuhan pokok, apalagi banyak pasangan-pasangan baru. Dan BNI saat ini memiliki BNI Griya untuk para milenial maupun program KPR Sejahtera BNI-FLPP, saya berharap kesempatan ini untuk jangan dilewatkan. Selamat kepada semuanya dan pemerintah Kota Lubuklinggau akan siap mendukung,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dewanta Ary Wardhana dalam sambutannya mengatakan bank BNI adalah bank yang selalu dipercaya sesuai dengan taglinenya melayani negeri kebanggan bangsa. Jadi, BNI wajib mensukseskan pembangunan di daerah setempat.

“Semoga kita bersama-sama dengan pemerintah kota, pengembang, masyarakat jangan sampai melewatkan kesempatan ini untuk mendukung pengembangan di Kota Lubuklinggau ini,” ucapnya. (rilis)