Simulasi Sempat Terkendala

    275
    FOTO : ISTIMEWA
    UAMBN : Pelajar MTsN Lubuklinggau ketika melaksanakan UAMBN tampak serius menjawab soal Kemarin (21/1).
    Advertisement

    Silampari Online,

    LUBUKLINGGAU – Mulai hari ini (Red.Kemarin) pelajar kelas IX MTs Negeri Lubuklinggau mengikuti simulasi Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN BK).

    Dihari pertama pelaksanaan simulasi tersebut, mulai dari sesion pertama hingga ketiga berjalan dan sukses.

    “Simulasi ini, dilaksanakan selama tiga hari hingga Rabu (23/1). Tadi ada sedikit kendala, tetapi bukan sekolah kita tetapi seluruh sekolah, karena terkait aplikasi bukan dari sekolah. Tidak begitu lama, semuanya kembali normal lagi dan lancar hingga sesion terkahir,” jelas Kepala MTsN Lubuklinggau, Hedi Herdiana. Hedi.

    Ada tiga mata pelajaran yang disimulasikan dalam UAMBN BK yakni aqidah akhlak, fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Dalam waktu dekat, 26 Januari 2019 anak didiknya juga akan mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

    Lanjutnya, tahun ini merupakan kedua mereka melaksanakan ujian secara mandiri. Tahun ini, persiapan ekstra dilakukan pihak sekolah karena tahun lalu untuk komputer mereka masih meminjam dari sekolah lain. Tetapi tahun ini, tidak bisa lagi meminjam disekolah tersebut mengingat sekolah itu akan dijadikan sebagai tempat pelaksaan UNBK oleh sekolah lain.

    “Sekarang ini, kita telah memiliki 96 komputer dan 6 server dua sebagai cadangan. Tentunya jumalh komputer itu masih kurang, dimana sekolah membutuhkan 128 komputer dan untuk kekurangannya kami akan terus berusaha memenuhinya,”ungkapnya.

    Dalam menghadapi UNBK dan UAMBN BK, Hedi mengatakan sekolah tidak melaksanakan penambahan jam belajar. Tetapi, para guru ditekankan untuk menyampaikan materi disekolah mengarah kearah tersebut. Dirinya, telah menghimbau anak didiknya agar mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian mengingat rangkaian ujian sendiri akan mulai di Maret 2019.

    “Dalam setiap kesempatan, kami selalu berpesan kepada anak-anak untuk rajin-rajin belajar. Tidak hanya cukup belajar disekolah, ikuti bimbel atau belajar secara otodidak diinternet apalagi sekarang ini sudah canggih. Untuk kesehatan, juga harus tetap dijaga sehingga dapat mengikuti ujian dengan baik,” pungkasnya.(HS-02)