Suku Bunga Simpanan Hanya 4 Persen

185
FOTO : AAN/HARIAN SILAMPARI
AMOL Kantor Cabang BRI Lubuklinggau, Irfansyah
Advertisement

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU–Sampai saat ini, suku bunga bank masih normal. Belum ada pemberitahuan dari pihak Bank Indonesia (BI) akan menurunkan suku bunga. Hal ini, ditegaskan oleh AMOL Kantor Cabang BRI Lubuklinggau, Irfansyah.

“Kalau kami tidak ada berubah, masih normal. Misalnya, kalau BI itu menurunkan suku bunga signifikan yang mempengaruhi suku bunga yang berlaku baru kita mengikuti,” ungkap Irfansyah.

Sampai saat ini, sambungnya suku bunga simpanan normal belum ada perubahan. Untuk suku bunga Simpanan itu antara 1 sampai 4 persen, kalau deposito itu paling besar sekitar 6,25 persen dan suku bunga pinjaman juga masih normal.

Kalau suku bunga pinjaman, jelasnya itu bervariasi, kalau dana kurs masih normal dibawah 10 persen, pinjaman komersil itu paling besar 11 hingga 12 persen. Jadi, belum ada perubahan suku bunga dan belum ada pemberitahuan dari pihak BI.

“Setahu saya tidak ada perubahan, tidak tahu sih kalau misalnya ada perubahan dalam waktu dekat seperti Senin nanti disaat suratnya baru keluar. Biasanya kami pasti rapat direksi dulu jika memang ada surat pemberitahuan yang tiba ke kita,”jelasnya.

Dampak dari suku bunga itu, sambungnya jika suku bunga itu turun ada dua kategori, pertama simpanan tidak terlalu berpengaruh, tapi efeknya berdampak itu ke suku bunga pinjaman karena bunganya lebih kecil.
“Kalau suku bungan pinjaman kecil maka otomatis banyak orang akan melakukan pinjaman, itu pasti,”katanya.

Ia mengatakan jika BI itu menurunkan suku bunga itu tidak langsung berefek ke bank, karena suku bunga itukan cepat, karena rupiah sedang kuat, di asia ini rupiah paling kuat dibandingkan US dollar.

“Sampai saat ini belum ada menerima surat, Kalau saja Senin kita juga tidak tahu karena itu kan berubah-rubah terus dan cepat. Biasanya ada surat datang ke unit kerja biasanya,”terangnya.

Salah seorang pelaku usaha perumahan, Masroil mengungkapkan jika memang suku bunga turun alangkah sangat baik bagi pihaknya sebab Perumahan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sandang dan pangan.

Ketika suku bunga rendah, katanya maka orang-orang akan termotivasi untuk mengajukan kredit perumahan, atau yang dikenal di Indonesia dengan nama KPR (Kredit Pemilikan Rumah). “Ini merupakan keputusan rasional karena biaya bunga yang harus dibayar pun tentunya lebih kecil,”pungkasnya.(HS-01)