Satu Untuk Semua

Sumbangan di Sekolah Jangan Diwajibkan

20

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Diacara Focus Group Discussion (FGD) satgas saber pungli UPP sumatera selatan di Kota Lubuklinggau di Gedung Kesenian , kemarin (6/12).

Salah satu peserta diskusi bernama Mustar Edi, selaku Ketua Komite SMP Negeri 1 Lubuklinggau menanyakan perihal, termasuk pungli atau tidak ketika menarik dana dari orang tua siswa untuk keperluan UNBK dan perpisahan.

“Rencananay kita ingin melaksanakan UNBK,namun kebutuhan komputer kurang dan perlu dana, begitupun untuk acara perpisahan saat kelulusan, jika meminta dana sumbangan kepada wali murid, apakah itu termasuk pungli, “kata Mustar Edi kepada Inspektur Pengawas Daerah Sumsel Kombespol Dody Marsidy.

Kombespol Dody Marsidy menjawab, secara umum UNBK merupakan kondisi kebutuhan untuk mensukseskan program pendidikan, namun realitanya masih banyak sekolah belum mampu. Pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah, bahkan anggaran diberikan ke pendidikan sebesar 20 persen dari APBN.

“Tapi realitanya sekarang, banyak sekolah yang masih kurang,”akunya.

Secara umum, yang namanya sumbangan , pengertiannya sukarela bukan wajib. Dan disertai dengan bukti. Selanjutnya Dody mencontohkan , jika ada 300 orang tua wali murid, ketika rapat komite hanya dihadiri 40 orang saja, dan mengatasnamakan komite, itu merupakan hal yang salah.

“Misalkan usai rapat komite, lalu kemudian hari, ada orang tua yang mempersoalkan hasil rapat , lalu pihak sekolah melakukan pengancaman ,misalkan siswa tidak dapat kartu ujian, tidak dapat raport, maka itu hal yang salah , selain itu uang sumbangan tidak boleh disamaratakan,”ujarnya.

Jika uang sumbangan disamaratakan,lanjut Dody, dikhawatirkan ada orang tua,yang tidak mampu membayar, namanya sumbangan, berarti kerelaan masing-masing.

“Disarankan dengan melakukan sukarela ,orang tua dipersilahkan untuk mengisi sumbangan sesusai kemampuan mereka, sumbangan itu intinya jangan diwajibkan,” pungkasnya .(HS-02)

Komentar
Loading...