Satu Untuk Semua

Tangani 142 Kasus Pungli dengan 215 Pelaku

32

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Inspekstur Pengawas Daerah Sumsel Kombespol Dody Marsidy menyatakan, sejak dibentuk tahun 2016 lalu Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Sumatera Selatan (Sumsel) telah menangani 142 kasus dengan menindak 256 pelaku.

Dari 142 kasus itu didominasi pemerasan yang dilakukan preman sebanyak 115 kasus dengan 215 pelaku yang ditindak. Kemudian Dinas Perhubungan (Dishub) sebanyak 6 kasus dengan 9 pelaku ditindak. Lalu Polri dengan 5 kasus dengan jumlah pelaku 9 orang, selanjutnya Kepala Desa(Kades) dengan jumlah 5 kasus dengan pelaku ditindak sebanyak 5 pelaku.

Kemudian, di lembaga Dinas pendidikan ada 1 kasus dengan 4 pelaku, Badan Pertanahan 1 kasus 1 pelaku, Dinas Perhubungan 6 kasus 9 pelaku, Dinas BKPP (Kepangkatan) 1 kasus, 1 pelaku,lalu dinas PTSP 1 kasus dengan 1 pelaku.

Dari jumlah kasus yang ditangani itu ada yang sedang ditangani, ada yang sedang berproses, dan sudah ada yang putusan.

“Ada juga yang masih dibina, jumlah kasus yang kita tangani ini berasal dari kabupaten dan Kota di Sumsel,”ungkap Dody.

Berdasarkan data yang ada kejahatan Pungli ini sejak dibentuk mengalami penurunan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat di Sumsel.

“2018 ada penurunan, tapi begini kasus Pungli ini seperti bola es, belum tentu banyak tindakan karena banyak kejadian. Tergantung kepada aktivitas Tim Saber Pungli itu sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya apa yang disampaikannya itu tergantung Tim Saber Pungli itu bekerja, namun secara umum apa yang dilakukannya saat ini belumlah maksimal dan masih butuh dukungan masyarakat.

“Penyebabnya pertama belum terlalu solid, kemudian keterbatasan anggaran dari instansi masing-masing. Sehingga banyak hasil penindakan itu kita limpahkan untuk dilakukan penindakan,” terangnya.

Menurut Dody, tindakan pungli sangat ironis, dari pembuatan SIM-STNK, mengurus orang mati, dilingkungan sekolah, pangkat jabatan,bahkan mengurus mau nikah.

“Jadi hampir tidak ada selah yang tidak menggunakan jalur samping.
Dampak pungli sudah sangat bahaya sama sepeti narkoba. Pungli menyebabkan beban biaya dalam kehdupan kita,”terangnya.

Sementara itu Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengatakan ada tiga hal yang dilakukan pemerintah kota dalam rangka mengurangi tingkat kesalahan melakukan pungutan liar (Pungli).

Ketiga hal tersebut adalah Ilmu, Sistem dan Teknologi. Oleh karena itu pemerintah Kota Lubuklinggau sudah menganggarkan Smart City untuk mengintegrasikan semua aplikasi disetiap kelembagaan di Lubuklinggau.

“Jangan sampai tatanan kebangsaan habis. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin rendah, maka segera kita lakukan sistem dan teknologi,”kata Nanan ketika diwawancara usai acara Focus Group Discussion (FGD) Satgas Saber Pungli UPP Sumatera Selatan di Gedung Kesenian,kemarin (6/12). (HS-02)

Komentar
Loading...