Targetkan 2500 Ton Serapan Beras

    47
    FOTO : AAN/HARIAN SILAMPARI
    Kepala Perum Bulog Lubuklinggau Meizarani saat memperlihatkan produk beras kita di Gudang Bulog Lubuklinggau, Selasa (12/3).
    Advertisement

    Silampari Online,

    LUBUKLINGGAU – Penyerapan beras di Perum Bulog Lubuklinggau saat ini hanya bisa menyerap lima ton beras dari petani. Sebab, harga penjualan petani masih cukup tinggi sedangkan harga pembelian Pemerintah masih 8.030.

    Hal tersebut diungkapkan Kepala Perum Bulog Lubuklinggau, Meizarani kepada Harian Silampari, Selasa (12/3) di Bulog Lubuklinggau.

    “Memang harga dari petani masih tinggi, sedangkan harga pembelian pemerintah 8.030,”ungkapnya.

    Akan tetapi, sambung dia pihaknya sudah melakukan pembelian langsung baru mendapat 5 ton di wilayah Merasi Kabupaten Musirawas. Untuk harga pasaran sejenis beras medium masih berkisar Rp9 ribu sampai dengan Rp.9 500 dan harga tingkat petani Rp8 ribu hingga 9 ribu.

    “Tahun ini kita targetkan pembelian beras sebanyak 2500 ton. Untuk penyerapannya itu sendiri tergantung dari kondisi harga. Sentral beras kita ada di Mura dan ada juga sebagian Kecamatan di Kota Lubuklinggau yakni, wilayah selatan,”terangnya.

    Selain itu, sambung dia untuk produk “Beras Kita” animo masyarakat Kota Lubuklinggau sangat tinggi. Selain murah juga berasnya sangat bagus sekali. “ Kita menjualnya melalui operasi pasar dan melalui RPK cukup dengan Rp.8.800,”jelasnya.

    Dijelaskannya, untuk stok “Beras Kita” selama bulan Maret ini ada sebanyak 50 ton. Dan 50 ton itu cukup untuk Maret ini. “Proses produksinya di gudang bulog sendiri. Rata-rata perhari itu terjual hingga satu ton sampai dengan 2 ton,”ungkapnya.

    Ia mengharapkan dengan beras kita ini bisa memberikan kemudahan bagi warga masyarakat Kota Lubuklinggau dalam pembelian beras yang cukup terjangkau tersebut. (HS-01)

    .