Terkendala Payung Hukum

    63
    Advertisement

    Silampari Online,

    LUBUKLINGGAU – Sejauh ini, Badan Pengawas Pemilu Kota Lubuklinggau belum mendapatkan laporan terkait pelanggaran selama masa kampanye.

    Seperti diungkapkan Komisioner Bawaslu Lubuklinggau Bahusi kepada Harian Silampari, kalaupun ada pelanggaran yakni masalah alat peraga kampanye.

    “Kalau masalah pemasangan APK banyak pelanggaran, kalau untuk menyangkut masalah pelaksanaan kampanye belum ada sampai sekarang,”jelas Bahusi.

    Ditanyai sudah menerima laporan dari masyarakat terkait pelanggaran, Bahusi mengungkapkan juga belum ada. Padahal Bawaslu sudah melakukan sosialisasi, terkait teknis cara melapor.

    Mengenai sticker yang pasang di kendaraan angkutan kota, Bahusi menuturkan pihaknya sudah melaksanakan dua kali rapat koordinasi dengan dinas perhubungan. Namun pihak dinas perhubungan mengatakan mereka tidak memiliki payung hukum.

    “Kami bingung juga, karena dinas perhubungan mengatakan tidak memiliki payung hukum, bahkan angkot-angkot yang dipasang sticker juga tidak memiliki izin trayek, rencananya kita mau tertibkan,”terangnya.

    Bahkan Bawaslu, lanjut Bahusi sudah mengyampaikan kepada Dinas Perhubungan kalau di daerah lain sudah melakukan pelepasan sticker di angkot-angkot.

    Masih kata Bahusi,selain sticker dipasang diangkot berplat kuning, juga ada dipasang dikendaraan berplat hitam, namun kendaraan tersebut juga ditaksikan.

    “Kita tidak mungkin melepas di plat kuning saja, kenyataannya ada juga sticker yang dipasang di mobil berplat hitam taksi juga seperti mobil starwagon, sehingga karena itulah kita belum bisa memutuskan , kita akan konsultasi dulu, minta surat resmi, kalau secara lisan bahaya,”terangnya.(HS-02)