Satu Untuk Semua

Tiga Ekor Sapi Positif Virus Jembrana

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Tiga ekor sapi di Kabupaten Empat Lawang, positif terkena virus Jembrana. Ketiga ekor tersebut terdapat di kawasan Talang Kepiul, Kecamatan Pendopo dan sudah dimusnahkan untuk menghindari penyebaran virus tersebut pada hewan ternak lainnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, Hamdan mengatakan, di wilayah Kabupaten Empat Lawang, saat ini sudah terjangkit penyakit Jembrana pada hewan ternak Sapi, khususnya pada sapi jenis Sapi Bali. 

“Ini yang kita khawatirkan dapat mengancam kesehatan manusia. Makanya, sapi yang mati akibat penyakit ini, segera dikubur, agar tidak berdampak pada manusia,” ungkap Hamdan saat dibincangi di ruang tugasnya, Kamis (8/3).

Terjangkitnya penyakit Jembrana pada sapi di Kabupaten Empat Lawang ini, lantaran para peternak masih secara tradisional memelihara sapi. “Para peternak kita masih menggunakan sistem lepas bebas pada hewan ternaknya,” ujar Hamdan.

Hamdan yang saat memberikan keterangannya didamping dokter hewan (drh) fungsional pada Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, drh Rini Sumarni menjelaskan, penyebaran virus Jembrana melalui Lalat hisap darah yang merupakan inang dari virus Jembrana. “Inveksi virus Jembrana ini, tidak serta merta karena bersentuhan, inang antaranya itu lalat hisap dara, yang bentuknya besar. Makanya, salah satu cara pencegahannya dengan penyemprotan desinfektan ke kandang,” jelas drh Rini.

Sapi yang positif terinveksi virus Jembrana, kata dia, tidak boleh dimakan. Namun jika belum positif tapi masih hidup, boleh disembelih tapi dengan syarat seluruh jeroannya harus dibuang atau dikubur. “Kalau sudah dinyatakan positif berdasarkan hasil laboratorium, sapinya harus dimusnahkan, jangan dimakan,” tegasnya.

Ciri-ciri sapi yang sudah terinveksi virus Jembrana, kembali dijelaskan drh Rini, mengalami suhu badan yang tinggi, BAB darah dan keringat berdarah. Dalam istilah masyarakat di Empat Lawang, sapi tersebut mengalami demam keringat darah, namun untuk memastikan sapi tersebut terinveksi virus Jembrani, masih harus melalui penelitian lab (laboratorium, red).

“Hingga saat ini penyakit Jembrana ini belum ada obatnya. Kita hanya sifatnya pencegahan,” kata Rini.

Di Kabupaten Empat Lawang sendiri, lanjut dia, ditemukan postif pada tanggal 24 Januari 2018 lalu. Setelah sample darahnya dibawa ke Laboratorium, baru dipastikan jika ada sapi yang terinveksi virus tersebut.

“Masyarakat tidak usah khawatir adanya temuan ini. Sebab, sapi yang mudah terserang penyakit ini, adalah jenis sapi bali, sementara di kabupaten kita tidak banyak sapi jenis ini. Juga, belum ditemukan kasus virus Jembrana mengidap dari sapi ke manusia, tapi tetap harus waspada,” tukasnya. (HS-04)

Komentar
Loading...