iklan
Satu Untuk Semua

Ular Piton 3,5 Meter Pemangsa Ayam Ditebas Warga

Silampari Online,

MURATARA- Warga Desa Noman Baru Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) heboh, pasalnya muncul ular piton besar dengan panjang kurang lebih 3.5 meter yang masuk ke kandang ayam milik warga setempat.

Fiki (15) warga desa Noman Baru menuturkan, awalnya ada bunyian aneh di kandang ayam. Setelah dicek ke lokasi tidak ada apa-apa dan kemudian pulang ke rumah. Namun tidak lama kemudian ayam milik ia ribut, seperti ada yang mengganggunya, kembali lagi ia datangi kandang ayam miliknya.

Merasa tak puas, diapun memeriksa secara keseluruhan dan setelah di periksa dia melihat ular besar yang berada di kandang ayam. Merasa tak memiliki peralatan, dia kembali lagi kerumah mengambil parang, kemudian kembali lagi ke kandang ayam.

“Setelah sampai ke kandang ayam saya melihat ular tersebut sedang menelan ayam jago kesayangan saya, tanpa berpikir panjang langsung saya tebas ular tersebut dengan parang yang saya miliki,” cerita Fiki.

Lanjut Fiki, setelah menebas ular tersebut dia langsung lari. Dia mengaku tidak melihat lagi ular tersebut apakah kena tebas ataukah tidak dan baru keesokan harinya dia datangi kembali kandang ayam miliknya. Dia melihat ternyata ular tersebut kena dia tebas semalam, ularnya masih hidup tapi sudah tidak berdaya.

“Kejadian itu sekitar pukul 03.00 malam, terus terang saya sangat takut dengan ular, apalagi ular tersebut sangat besar, itulah ular yang paling besar yang pernah saya lihat, orang-orang bilang itu namanya ular piton kalu baso dusun kami itu ular sawo,” jelasnya.

Senada, Ramdhan (17) yang sempat melihat ular tersebut mengatakan, ular tersebut ular piton yang panjangnya kurang lebih 3,5 meter, itu ditemukan di dalam kandang ayam milik Fiki yang sedang menelan ayam jago.

“Kondisi ular tersebut sudah lemah, saya rasa tidak akan hidup lagi, di bagian tengah badan ular hampir putus oleh tebasan parang Fiki, maklumlah pak tebasan urang takut, sambil nebas sambil mejam kemudian lari,” ujar Ramadhan. (HS-04)

Komentar
Loading...