Wanita Parubaya Nekat Bunuh Diri, Di duga Terbelit Masalah Ekonomi

    241
    Advertisement

    .#DI Temukan Bungkusan Lanet Dan Gelas Di Sekitar Korban.

    Silampari Online,

    MURATARA, – Seorang wanita parubaya ditemukan di kebun karet yang tidak jauh dari Rumah tempat tinggalnya di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Diduga wanita bernama Siti Rohani (55) tersebut nekat menghabiskan nyawanya dengan cara meminumkan racun jenis lanet yang biasa di gunakan untuk meracun ikan  karena terbelit masalah ekonomi.

    Basri (55) warga Tanjung Beringin mengatakan, kejadian bermula saat sang suami Abdullah (60), mengalami sakit kurang lebih 1.5 tahun yang sampai pada saat ini belum juga sembuh, ya..mungkin terkendala dengan biaya yang mengakibatkan sang istri nekat menghabiskannyawa nya dengan meminum racun jenis lanet.

    “Siti menghilang dari Rumah kediamannya pada hari Kami (14/3) pukul 10.00, sehingga membuat masyarakat sekitar di heboh mencari kesana-kesini ke beradaan siti, al-hasil pada hari Minggu (17/3) pukul 12.00 tidak jauh dari Rumah tinggalnya kurang lebih jarak 100 Meter, warga mencium bauh yang tidak sedap dari arah belakang ruma korban,  saat di susuli bauh tersebut terlihat dari kejauhan siti tergeletak terbaring di atas tanah dengan posisi badannya sudah membekak dan berwarna menghitam-hitam, serta di temukan bungkusan lanet beserta cangkir yang tidak jauh darii korban.”ungkap ia.

    Dijelaskan ia, masyarakat sekitar sudah berusaha mencari tau keberadaan korban, dengan bertanya pada keluarga, tetangga selama 4 hari siang dan malam pencarian, di duga korban menghabiskan nyawanya karena tak sannggup memikul beratnya beban hidup, di ketahui bahwa sang suami korban Abdullah (60) saat terbaring lesu di rumahnya kurang lebih 1.5 tahun mengidap penyakit perut membesar, menurut keterangan dari pihak RSUD Rupit saat ia berbat ia mengalami kurang darah.

    “Dari hal tersebutlah mungkin korban nekat menghabiskan nyawanya.

    Sementara Muslaini (50) Kadus V Desa Tanjung Beringin mengatakan, pihak ia membenarkan akan kejadian tersebut, insyaallah secepat mungkin keluarga dan masyarakat sekitar segerah akan mengurus atau mengubur korban.

    “Saat di singgung apakah korban ada terindikasi berbuatan penganiayaan..?ia menjawab tidak di temukan bekas luka atau benda tumpul.”tutur ia.(HS-04)