Web KPU di Hack, Danger!

    230
    Advertisement

    hariansilampari.co.id

    JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui jika website resmi penyelenggara Pemilu pernah coba diretas beberapa kali. Bukan cuma dari dalam negeri, jika dilihat dari alamat internetnya (IP address), mereka juga mencoba dari luar negeri.

    Ketua KPU, Arief Budiman menjelaskan, pihaknya masih berusaha agar website milik KPU tidak diretas orang yang tidak bertanggung jawab. Ditanya intensitas, Arief enggan menjawab. Ia juga mengklaim, jika semua serangan hacker masih bisa di tangani sampai saat ini. “Yang jelas KPU menjaga supaya sistem kita aman. Kalau orang kan mau nyerang pasti datang terus, tapi kita berupaya membentengi menjaga supaya kita aman. Sampai sekarang web kita ya meskipun kadang-kadang ada yang serang, setop dulu sebentar, tapi semua masih bisa digunakan,” kata Arief di Jakarta, Rabu (13/3).

    Arief juga enggan menyebutkan asal negara para hacker. Bukan tanpa alasan, menurutnya, alat internet yang digunakan para hacker bisa jadi untuk menipu. Walaupun alamat berada di luar negeri, belum tentu yang melakukan hack orang luar. Begitu pun sebaliknya. “Orangnya siapa, kita tidak tahu orangnya. Kecuali orang yang sudah ditangkap, itu akan jelas. Oh itu orang yang kemaren ip adrees itu ini, oh kmren yang ngehack sidalih ini, yang ngehack situng ini. Kalau orang-orangnya sudah ditangkep, anda bisa identifikasikan, siapa dia, motifnya apa, ” terangnya.

    Di tempat sama, Komisoner KPU, Viryan Azis menambahkan, ada beberapa jenis kelompok hacker yang mencoba menyerang situs KPU. Mulai dari yang ingin tahu saja, sampai ada yang merasa kecewa denga penyelengaraan pemilu. “Ada juga motif lain, atau yang ketiga ya kalau ada motif lain kita berharap masyarakat di Indonesia jangan melakukan hal demikian. Misalnya mengkritisi tahapan penyelenggara pemilu, silakan bisa komunikasi dengan kita. Kan kita terbuka selama ini. Jangankan semua pihak kita layani, baik dari peserta pemilu, masyarakat, temen NGO, dan rekam jejak penyelenggaraan pemilu kan bisa dilihat,” papar VIryan.

    Disinggung mengenai Cina dan Rusia, Viryan juga enggan menuduh. Menurutnya, Ip adress bisa dari mana pun. Alasannya sama, alama yang digunakan bisa saja alamat palsu yang digunakan para hacker untuk mengelabui. “Ini hajatan mahal apabila diserang. Kita harap hacker bisa dukung kita. Kalau ada yang mau kritisi, silakan datang. kita siap dialog. Setiap ada serangan siber kita selalu koordinasi dengan mabes Polri cyber crime. Kita harapkan mereka bisa ungkap dan itu terbukti bisa ditangkap,” tandasnya. (fin/khf)