Wisata Alam Muratara

199
FOTO : DOC
Obyek wisata danau di Kabupaten Musi Rawas Utara terlihat indah dan menarik para wisatawan.
Advertisement

Silampari Online,

Musi Rawas Utara (Muratara) nampaknya sudah layak dinobatkan sebagai daerah destinasi wisata baru di Indonesia. Seperti yang digagaskan oleh Lembaga Seni Budaya Islam Indonesia (Lesbumi) saat berkunjung ke Kabupaten Muratara.

Rahmat-Muratara

Hal itu tidak lain karena kabupaten yang dijuluki Bumi Beselang Serundingan ini memiliki banyak potensi objek wisata alam yang siap memanjakan mata para wisatawan. Terutama bagi para pecinta keindahan baik dari dalam daerah, luar daerah, maupun mancanegara.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Muratara mencatat sedikitnya ada 10 objek wisata alam yang dimiliki Muratara, antara lain Candi Tingkat di Desa Sungai Jauh Kecamatan Rawas Ulu. Candi Lesung Batu di Desa Lesung Batu Kecamatan Rawas Ulu. Danau Rayo di Desa Sungai Jernih Kecamatan Rupit. Danau Biru (Bingin Rupit) di Desa Beringin Jaya Kecamatan Rupit. Danau Dam Air di Desa Bukit Ulu Kecamatan Karang Jaya.

Kemudian, Goa Batu Napalicin di Desa Napalicin Kecamatan Ulu Rawas. Wahana Arum Jeram di Desa Pulau Kidak Kecamatan Ulu Rawas. Air Terjun Palawau di Desa Sosokan Kecamatan Ulu Rawas. Air Terjun Batu Ampar di Desa Kuto Tanjung Kecamatan Ulu Rawas. Air Terjun Ulu Tiku di Desa Muara Tiku Kecamatan Karang Jaya.

Kepala Disbudpar Muratara, Firdaus melalui Sekretaris, Sukamto menyampaikan, pihaknya telah menjelajahi dan mengunjungi sejumlah objek wisata alam yang ada di Kabupaten Muratara.

“Beberapa objek wisata alam yang ada di Muratara sangat indah sekali, dan layak menjadi destinasi andalan yang bisa dipromosikan ke luar daerah kita, bahkan sampai ke luar negeri,” katanya.

Dia menceritakan, seperti wisata Danau Rayo, dimana sejauh mata memandang udara di sekitar danau tersebut tampak bersih, sejuk dan terasa menenteramkan. Ditambah lagi, Danau Rayo menyimpan kisah mistis yang melegenda, yakni legenda “Bujang Kurap”. Hal itu tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Panorama Danau Rayo yang sangat mempesona, digenangi air yang jernih dan di sekitar danau dikelilingi rimbunnya pohon-pohon yang masih asri serta kicauan burung beragam jenis.

Dia melanjutkan, ada juga wisata Air Terjun Ulu Tiku juga tidak kalah mempesona. Warga setempat menyebutnya dengan panggilan Air Terjun Curup Sembilan. Hal itu lantaran air terjun ini memiliki sembilan tingkatan hingga ke bagian hulunya.

Untuk menuju air terjun Ulu Tiku, pengunjung akan melewati jalur sungai yang penuh dengan bebatuan. Sehingga kondisi debit airnya cukup deras bak wahana arum jeram yang menantang dan menguji adrenaline para pengunjung.

Selain danau dan air terjun, juga ada goa yang sudah dari dulu menjadi tujuan para wisatawan, yakni Goa Batu Napal Licin. Saat memasuki goa ini, hawa sejuk dan lembab akan langsung menyapa. Pengunjung dapat menikmati suguhan batu-batu alam aneka bentuk.

Di bagian depan pintu masuk goa, terdapat dua batu kembar, yang tertanam di dasar goa, dan menjulang tinggi menyatu dengan langit-langit. Sepintas, batu kembar itu mirip dua raksasa. Oleh karenanya, masyarakat setempat menyebut batu kembar itu sebagai ‘Hulubalang’ atau penjaga goa.

Di dalam goa, pengunjung akan melewati lorong-lorong sempit, licin dan terjal penuh tantangan. Setelah itu pengunjung akan disambut seberkas cahaya sinar matahari yang menembus langsung masuk ke dalam sebuah ruangan besar. Panorama di ruangan besar ini, begitu mempesona.

“Dari sejumlah potensi wisata alam itu apabila dikelola dengan baik, maka Kabupaten Muratara akan semakin ramai dikunjungi para wisatawan. Hal itu tentu dapat menambah pendapatan daerah,” imbuhnya.(*)