Wow, Duku Muara Enim Terkenal Manis Sampai Pulau Jawa

49
Foto : ist/enimeks DUKU: Warga menimbang buah duku sebelum diangkut sampai tujuan.

Silampari Online,

MUARA ENIM – Sebagaian wilayah di Kabupaten Muara Enim tengah mengalami musim buah duku dan mendapatkan perhatian sampai pulau Jawa. Kecamatan Muara Enim, Ujan Mas, dan Gunung Megang, ketiganya adalah penghasil buah duku sering mendapatkan orderan hingga ke sejumlah kota di Pulau Jawa. Diantaranya Banten, DKI Jakarta dan kota sekitar.
Desa Penanggiran Kecamatan Gunung Megang adalah salah satunya. Di daerah ini setiap sore puluhan ton buah duku diangkut dikirim ke sejumlah kota, selain di Pulau Jawa, melayani luar daerah seperti Bengkulu, Palembang, dan Lampung. Sekali angkut buah duku ke atas bak kendaraan truk bisa mencapai 3 ton. Buah duku dikemas menggunakan kotak peti kayu dan kotak plastik.
Di tempat tersebut, harga duku langsung dari petani tergolong murah. Informaasi dari warga setempat, harga duku dari hasil petik di atas pohon sekitar Rp 4 ribu. Sedangkan untuk buah duku ambilan di bawah (jatuh ke tanah,red) rata-rata Rp 1.500 per kilogram. Musim buah duku itu membuat penghasilan warga bertambah, dan menggeliatnya ekonomi warga dengan adanya pasar tumpah setiap panen duku.
“Buah duku penanggiran dikenal manis, setiap musim tiba selalu dikirim sampai ke pulau Jawa. Kata orang sana, duku asal sumatera disukai,”kata Sulis (50) salah satu warga Desa Penanggiran Kampung VI dibincangi koran ini, kamis (31/1).
Kata dia, musim buah duku di daerahnya sudah berlangsung sebulan ini. Lanjutnya, setiap buah duku yang dipanen dari kebun warga di timbang dan dikemas menggunakan peti terbuat dari papan, atau dikemas menggunakan kotak plastik, serta masuk ke dalam karung. Menjelang waktu malam selesai dinaiikan di dalam truk lalu diangkut menuju tempat tujuan disertai surat jalan dari pemerintah desa.
“Dalam satu truk bisa sampai lebih dari 30 kotak peti, atau sekitat 3 ton. Buah duku itu bisa bertahan sampai waktu seminggu,”katanya.
Menurut warga lainnya, Soleh (50), musim panen buah duku membawa dampak ekonomi keluarga dan masyarakat setempat. Kata dia, sepanjang musim buah duku tahun ini membuka peluang bagi tukang ojek mengangkut buah duku dari kebun menuju pangkalan di sebrang sungai khususnya di kampung VI.
“Semenjak musim duku, tidak hanya pemilik kebun yang menraup rejeki. Akan tetapi membuka peluang jasa angkutan ojek bagi warga. Karena hanya kendaraan motor yang dapat masuk sampai lokasi kebun duku yang ada di sebrang sungai lematang,”kata Soleh.(Enimeks)