Satu Untuk Semua

‎Lima Tahun PT AKL Tak Bayar THR

12

Silampari Online,

MUSI RAWAS- Puluhan Buru Harian Kepas (BHL) yang bekerja di PT Agro Kati Lama (AKL) mengelar demo di Kantor Bupati Kabupaten Musi Rawas (Mura) menuntut tunjangan hari raya (THR) yang hingga kini belum dibayar. Sehingga, dengan kondisi tersebut maka diminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menindak tegas perusahaan tersebut.

Ketua Serikat Buruh Sawit Sejahtera (SBSS), Robiansyah dalam orasinya meminta kepada Pemkab Mura dapat segera menindak tegas PT AKL agar membayar THR kepada buruh yang tidak pernah dibayar oleh PT AKL selama lima tahun terakhir.

“Sebenarnya masalah THR ini sudah lama, kurang lebih lima tahun kami memperjuangkannya. Namun tidak pernah selesai kami juga sudah capek,” kata Robiansyah di Pemkab Mura, Selasa (7/8).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, para BHL tersebut juga meminta PT AKL segara melakukan perubahan sistem kontrak kerja dengan pihak pekerja. Sebab, selama ini PT AKL selalu menyerahkan masalah rekrutmen tenaga kerja kepada sub kontraktor.

“Kita meminta jangan lagi ada CV-CV yang merekrut tenaga kerja. Kalau masih ada seperti ini lah setiap ada keributan dengan perusahaan maka PT AKL beralasan masalah pekerja urusan sub kontraktor,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta dalam setiap kontrak kerja selalu dicantumkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja subkontraktor. Jangan sampai setiap tahun terulang para pekerja diributkan masalah THR.

“Saat kami menanyakan kejelasan THR para sub kontraktor itu malah menantang, mereka juga mengintimidasi pekerja apabila ikut menuntut akan diberhentikan dari pekerjaannya. Bahkan diancam akan dipecat,” bebernya.

Sementara Korwil Pengawas Ketenagakerjaan Kabupaten Mura, Aniek Wijayanti menjelaskan, sudah melakukan pemeriksaan kepada perusahaan dan subkon pada 24 Juli lalu, namun mereka tidak hadir.

“Padahal kita sudah konfirmasi untuk meminta subkon sudah hadir. Tapi nomor HP yang bersangkutan malah tidak aktif, alasan mereka berikutnya selalu tidak tahu,” tutur Aniek.

Hanya saja, untuk langkah selanjutnya maka pihaknya berencana melakukan pemanggilan dan pemeriksaan tahap kedua dan tahap ketiga. Bahkan, bila masih tidak ada tanggapan akan membawa permasalahan itu kepengadilan.

“Kalau tidak dipatuhi kami sudah ada bukti untuk membawanya ke pengadilan dan akan meneruskannya kepada Bupati Mura,” ancamnya.

Sedangkan, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mura, EC Priskodesi mengaku cukup kesal dengan pihak perusahaan yang tak kunjung menyelesaikan permasalahan THR bagi para pekerja. Bahkan ia meminta kepada masyarakat untuk memberitahukan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan. Apabila terbukti menanam diluar izin dapat melaporkan.

“Segera akan kita tindak lanjuti dan akan kita berikan sanksi tegas. Apabila mengarah kepada pidana kita pidanakan saja karena perusahaan ini ngeyel betul,” pungkasnya. (HS-03)

Komentar
Loading...