1 Oktober, Pedagang Ditertibkan

*Dilarang Jualan di Badan Jalan

SILAMPARI ONLINE

Muat Lebih

LUBUKLINGGAU-Tim Pemkot Lubuklinggau segera menertibkan pedagang di Kota Lubuklinggau, tepatnya 1 Oktober 2019. Tujuannya tidak lain, menjaga keindahan, menegakkan perda, dan memberikan kenyaman konsumen berbelanja.

Hal itu diungkapkan Kadisdagrin Kota Lubuklinggau, Surya Darma, usai rapat di Pemkot Lubuklinggau, Selasa (17/9/2019).

Rapat itu dipimpin Sekda Kota Lubuklinggau H Rahman Sani dengan dihadiri Kadisdagrin Kota Lubuklinggau Surya Darma, Kasat Pol Pp, Polres Lubuklinggau, Kodim 0406 MLM, dan skpd lainnya.

Dijelaskan Surya Darma, penertiban bukan merupakan pengusiran namun melainkan agar pedagang dalam menjajakan dagangannya tidak melanggar tata tertib, sehingga para konsumen pun bisa nyaman, aman dalam bertransaksi jual beli. “Kami akan melayangkan surat himbau supaya pedagang tidak berjualan di badan jalan, sebelum tim Pemkot menertibkannya,” ujarnya.
Himbau kepada pedagang, kata dia, bukan hanya di jalan Pasar Sudirman dan Kalimantan saja, melainkan seluruh pedagang di Kota Lubuklinggau, mulai depan masjid agung hingga simpang rel kereta api.

“Untuk sementara pedagang boleh berjualan dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 05.30 WIB, diluar jam tersebut tidak boleh. Itu pun tidak boleh berjualan di badan jalan, karena konsumen sulit melintas dan terkesan semerawut,” jelasnya.

Jika pedagang mau berjualan dari pagi hingga sore, sambung dia, Pemkot Lubuklinggau sudah menyediakan lokasinya, seperti di Pasar Bukit Sulap, Kayu Ara hingga Simpang Periuk.
“Saya tegaskan, bagi pedagang yang tidak memiliki tempat jualan, silahkan melapor ke unit pasar. Kami akan berikan tempat namun memang benar benar untuk jualan bukan disewakan,” tandasnya.

Untuk renovasi pembangunan pasar inpres, insyallah ada penyelesaian masalah lahan dengan PT KAI pada 2020. Selanjutnya, Pemkot Lubuklinggau bisa melakukan renovasi. (SO-01)