1 Pleton TNI Siaga di Polres Lubuklinggau

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : AAN/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>ARAHAN : </strong>Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono memberikan arahan kepada anggota TNI yang stanbay di Polres Lubuklinggau, Jumat (20/4).

*Hari Ini Rekapitulasi Tingkat PPK

Silampari Online,

Muat Lebih

LUBUKLINGGAU – Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono mengingatkan kepada petugasnya maupun PPK untuk tidak mencoba-coba merubah hasil dalam pelaksanaan kegiatan pleno di PPK Sabtu (20/4) serentak di delapan PPK wilayah Lubuklinggau.

“Hasil ini adalah dokumen yang sangat penting, jangan coba-coba untuk mengubahnya. Kalau ada yang merubah, kita proses, saya cari sampai ke akar-akarnya,” tegas Dwi.

Sebagaimana diketahui, Sabtu dilaksanakan kegiatan pleno PPK. Dan pihak Polres dalam pengamanan melibatkan atau menyiapkan 120 personel yang menjaga di delapan PPK tersebar di Lubuklinggau. Setiap PPK 15 personel yang disiagakan.

“Besok saya tambahkan pagi jam tujuh sudah saya apelkan dimasing-masing PPK, saya tambahi 10, jadi setiap PPK jadi 25 personel,” ujarnya.

Selain itu, adapula personel yang standby di Mako Prolres untuk backup seandainya situasi ada memanas. “Ada minimal dua peleton atai 60 personel. Jadi apabila memanas, kita akan tambahi titik-titik mana,” jelasnya.

Lebih lanjut, tadinya pasuk TNI BKO ke Lubuklinggau dari Muara Enim yang rencananya mau pulang, diinformasikan Dandim 0406 MLM bahwa mereka belum pulang. “Ditahan pak dandim sampai Senin. Jadi masih tetap disini. Kemudian brimob juga satu pleton masih standby di makonya masing-masing,” terangnya.

Kata Dwi, personel yang distandby-kan tersebut jika diperlukan tentu akan didatangkan. “Kalau kita perlu penambahan, itu baru kita datangkan atau kita gerakan. Itu pola pengamanan,” ucapnya.

Sementara itu, pada saat pelaksanaan pleno di PPK, kepolisian menerapkan sistem pengamanan untuk disterilkan lebih dulu area sekitar lokasi masuk pleno. “Besok kasubsatgaswil-nya itu sudah saya perintahkan, saya suruh pagi itu mobil yang masuk, saya suruh periksa dulu. Kalau dari pagi mereka datang gak akan ada ribut. Kita sita kalau dia kedapetan,” tambahnya.

Lalu, tamu yang mau masuk lokasi dalam ruangan pleno atau sidang pleno dibatasi. “Saya juga sudah perintahkan untuk koordinasi dengan PPK, siapa saja yang boleh masuk. Itu nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh anggota polri, siapa yang boleh atau berhak masuk,” tegasnya.

Dwi juga menambahkan, dirinya sudah memerintahkan serta menyampaikan kepada PPK maupun seluruh anggota polri yang melaksanakan pengamanan, jangan sampai ada terjadi sesuatu dengan kotak suara atau logistik pemilu yang ada di PPK.

“Jangan sampai ada yang berubah, ada yang bakar ataukah hilang. Saya sudah perintahkan untuk koordinasi dengan bawaslu untuk saling mengawasi juga, koordinasi dengan PPK untuk memperingatkan jangan sampai berubah hasilnya,” kata Dwi.

Kemudian, dari delapan PPK yang melaksanakan pleno, Dwi mengakui untuk tingkat kerawanan, semuanya rawan. Namun berdasarkan informasi, agak rawan yakni utara dan Barat. “Cuma mana yang kira-kira agak hangat kita kirim, kita dorong. Kalau mengacau, kan di undang-undang pemilu kalau ada yang menggagalkan jelas ancamannya lima tahun,” tambahnya.

1 Pleton Pasukan TNI disiagakan di Polres Lubuklinggau

Hal ini guna mengantisipasi gangguan kontijensi yang dalam mengganggu stabilitas kamtibmas pada proses penyelenggaraan pemilu 2019.

“Pesta Demokrasi yang kita selenggarakan bersama pada tanggal 17 April 2019 lalu, merupakan sebuah pencapaian demokrasi yang sangat luar biasa. Penyelenggara Pemilu, TNI-POLRI sudah bekerja dengan maksimal dalam menyukseskan Pemilu 2019. Hal ini tentunya berkat partisipasi dan antusias masyarakat pemilih yang telah menentukan pilihannya” ujar Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono.

Dilanjutkannya, tugas Demokrasi Masyarakat telah selesai, saat ini kita sedang memasuki tahapan penghitungan suara. “Mari kita menunggu dan mempercayakan hasilnya kepada Penyelenggara Pemilu khususnya di kota Lubuklinggau,” terangnya.

“Yakin dan pecayalah, Kami TNI POLRI akan terus Netral menjaga integritas sebagai benteng terakhir negara kesatuan republik indonesia. Kami TNI-Polri sepakat akan menindak tegas dan tidak mentolelir terhadap aksi-aksi inkonstitusional yang berniat untuk merusak proses demokrasi khususnya di kota lubuklinggau,” tutup Kapolres.(HS-01)