1200 APK Cagub-Cawagub Sumsel Ditertibkan

Silampari Online, 

MUSI RAWAS– Sedikitnya kurang lebih dari 1200 Alat Peraga Kampanye (APK) terdiri dari baliho ataupun stiker Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ditertibkan. Dimana, penertiban APK tersebut disamping ilegal tentunya melanggar Peraturan Bupati (Perbup).

Muat Lebih

Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Samsul Djoko mengatakan, penertiban APK dilakukan bersama tim terdiri dari KPU dan Panwaslu Mura. “Untuk penertiban APK sendiri dilakukan secara bersama-sama disepanjang jalur hijau yang telah ditentukan,”jelas Samsul kepada Harian Silampari, Senin (26/2).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk penertiban sendiri tersebar dibeberapa titik. Diantaranya, jalan lintas dan poros Desa Pedang, Muara Beliti hingga Desa Mambang Kecamatan Muara Kelingi. Termasuk di Megang Sakti hingga Tugumulyo dan perbatasan Kota Lubuklinggau. “Untuk APK yang ditertibkan seperti baliho sebanyak 600 titik dan stiker hampir 600 titik yang sebagian besar gambar Cagub dan Cawagub,”terangnya.

Menurutnya, untuk penertiban APK sendiri pihaknya mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 33 tahun 2017 tentang larangan pemasangan antribut, banner, dan baliho dijalur hijau termasuk di pohon-pohon. “Disamping itu ada juga edaran KPU bahwa untuk pemasangan APK sudah dtentukan pada titik-titik tertentu oleh KPU,”tuturnya.

Mengenai pengawasan kedepan terhadap pemasangan APK, mantan Asisten IV Setda Mura ini mengakui untuk pengawasan merupakan domain dan akan dilakukan dengan KPU serta Panwaslu. “Pada dasarnya kalau penertiban APK Cagub-Cawagub oleh Sat Pol PP mengacu pada Perbup. Sedangkan, untuk pengawasan serta sanksi merupakan kewenangan KPU dan Panwaslu,”paparnya.

Ketua Panwaslu Kabupaten Mura, Khoirul Anwar menjelaskan, pihaknya bersama Pol PP membersihkan APK liar yang terpasang di wilayah Mura. Sebab, selain melanggar aturan Pilkada,  APK liar tersebut juga mengganggu ketertiban umum karena banyak dipasang di sepanjang jalan protokol dan di pohon-pohon. “Masyarakat merasa gerah dengan adanya APK yang banyak dipasang di pohon-pohon dan tiang listrik atau telkom. Termasuk juga APK jenis baliho dipinggir jalan mengganggu keindahan Kota,”tutur Khoirul.

Kemudian, dari data APK ilegal yang dihimpun dari hasil pengawasan di wilayah Mura berjumlah 1234 baik dari jenis spanduk, baliho dan poster. Namun, sebagian besar banyak baliho kecil yang dipasang di pepohonan.
“Intinya penertiban ini dilakukan disamping karena melanggar aturan tentunya agar Mura bersih dari APK liar,”pungkasnya. (HS-02)