1449 Anak Mura Dikategorikan Stunting

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>STUNTING : </strong> Saat petugas kesehatan Dinkes Mura sedang melakukan mengukur tinggi badan salah satu anak dan ditahun 2018 sedikitnya ada 1449 anak di Mura dikategorikan stunting (24/1).

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mencatat ditahun 2018 sedikitnya 1449 anak yang tersebar di Bumi Lan Serasan Sekentenan dikategorikan stunting atau manusia pendek. Dimana, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor khususnya akibat kurang gizi.

Muat Lebih

Kepala Dinkes Kabupaten Mura, Hj Milpta Hulummi melalui Sekretaris, M Nizar mengatakan, berdasarkan data yang ada manusia pendek atau stunting sebanyak 1449 orang yang tersebar di 14 Kecamatan wilayah Mura.

“Memang kalau untuk secara jumlah stunting masih ada. Akan tetapi, secara persentase mengalami penurunan dari sebelumnya,”jelas M Nizar kepada Harian Silampari, Kamis (24/1) diruang kerjanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk tahun 2015 yang lalu disurvei dari Provinsi dengan ukuran indeks tinggi badan dibagi umur sebanyak 15,8 persen dari standar Provinsi 16,3 persen dan Nasional 23,1 persen.

“Bila 2015 jumlah stunting 15,8 persen maka ditahun 2018 turun 12,0 persen dari tahun 2017 sebesar 3,0 persen atau sebanyak 2712 balita dikategorikan pendek,”terangnya.

Menurutnya, penyebab balita dikategorikan pendek karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Diantaranya, kurang gizi, pola asuh yang tidak sehat terutama dalam masa emas atau 1000 hari kehidupan.

“Artinya dimasa 1000 hari kehidupan bayi itu dilahirkan maka tentunya peran orang tua sangat diperlukan dalam memperhatikan asupan balita tersebut,”paparnya.

Terlepas dari itu, pihaknya menghimbau agar orang tua dapat memberikan asupan gizi seimbang baik protein, karbohidrat, mineral dan bahan gizi lainnya. Termasuk, menghindari makanan instan yang berlebihan atau siap saji.

“Pada dasarnya bilamana manusia dilahirkan dengan kondisi stunting maka akan berpengaruh kualitas SDM. Karena pertumbuhan tidak normal atau idiot,”ungkapnya.

Sementara itu, Camat Muara Lakitan Kabupaten Mura, Prewaan Novio menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Kades untuk melakukan deteksi dini terhadap pencegahan stunting. Bahkan, bilamana ada balita terlahir dengan kondisi tersebut maka dapat cepat ditangani.

“Kita sudah lakukan antisipasi secara dini dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk mencegah penyakit tersebut. Bahkan, kami juga memberikan makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dan balita,”pungkasnya. (HS-03)