oleh

19 Balita Beresiko Gizi Buruk

-Tak Berkategori-359 Dibaca

Silampari Online,

MUSI RAWAS – Sedikitnya ada 19 atau 0,08 persen balita yang tersebar di Bumi Lan Serasan Sekentenan ditahun 2017 yang lalu beresiko mengidap gizi buruk. Sebab, dari jumlah tersebut hasil penimbangan berat badan bayi dibawah lima tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Hj Milpta Hulummi melalui Sekretaris, M Nizar mengatakan untuk tahun 2017 jumlah balita yang ditimbang sebanyak 60,8 persen atau 24.967 balita. Dimana, dari jumlah balita seluruhnya yang terdaftar di usia 0-59 bulan berjumlah 41.031 balita.

“Untuk balita yang naik berat badannya dari jumlah yang ditimbang tersebut sebanyak 89,3 persen atau 20.865 balita. Sedangkan, untuk jumlah balita dibawah garis merah atau beresiko menjadi gizi buruk sebanyak 19 orang atau 0.08 persen,” jelas Nizar saat diwawancarai Harian Silampari, beberapa hari yang lalu diruang kerjanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk balita yang gemuk atau nilainya lebih dari 2-3 standar depesi normal SD 4,53 persen atau 158 balita. Namun, data tersebut dari laporan dua puskesmas tepatnya Puskesmas C Nawangsasi dan L Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo.

“Dari 19 Puskesmas yang ada di Mura baru dua yang memberikan laporan. Sehingga, dengan kondisi ini maka kita mengimbau kepada Puskesmas untuk melaporkan pemantauan status gizi (PSG),”terangnya.
Menurutnya, untuk tahun ini pihaknya akan mengadakan penjaringan terhadap penderita obesitas bagi masyarakat dewasa dengan cara mengukur perut dan bila wanita lebih dari 22 Centimeter (CM) dan laki-laki lebih 23 cm maka dikategorikan obesitas.

“Untuk realisasi penjaringan penderita obesitas kita jadwalkan Oktober atau Desember mendatang di 14 Kecamatan,” bebernya.

Selain itu, tujuan pemantauan obesitas ini untuk mencegah penyakit diabetes. Mengingat, untuk kondisi prevelen atau kejadian diabetes di Mura cukup tinggi dan data 2017 yang lalu mencapai 3.940 penderita obesitas.
“Pada dasarnya kita minta agar masyarakat dapat rutin melakukan pemeriksaan kadar gulanya. Sebab, bila sudah komplikasi maka bisa menyebabkan kematin,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Mahmud meminta agar Dinkes Mura dapat genjar melakukan sosialiasi kepada masyarakat dalam pencegahan gizi buruk ataupun penyakit diabetes.

“Kita berharap adanya terobosan dari Dinkes dalam melakukan pencegahan penyakit diabetes dan angka gizi buruk bagi warga Mura melalui sosialiasi dan kampanye kesehatan yang diberikan,”pungkasnya.(HS-02)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Harian Silampari merupakan nama daerah di Bumi Silampari yang memiliki tiga wilayah satu kota dan dua kabupaten di provinsi Sumsel