20 ODGJ Dirujuk ke RSJKO Bengkulu

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : BADRI/HARIAN SILAMPARI</div></small> Zulfan Efendi

Silampari Online,

REJANG LEBONG – Sepanjang tahun 2018 lalu, Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong telah merujuk 20 warga yang menderita gangguan-gangguan jiwa ke RSJKO Bengkulu hal ini guna mewujudkan Rejang Lebong sebagai kabupaten bebas pasung dan meminta warga keluarga tidak memasung anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa.

Muat Lebih

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong, Zulfan Effendi SE.MM saat mengatakan kasus pemasungan penderita gangguan jiwa atau disebut orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tersebut saat ini sudah tidak ditemukan lagi di daerah itu.

” Kami minta warga yang memiliki anggota keluarganya menderita gangguan jiwa agar tidak dipasung, mereka bisa meminta bantuan kami untuk diobati ke Rumah Sakit Jiwa Ketergantungan Obat (RSJKO) Bengkulu,” imbau Zulfan.

Sejauh ini,sambung Zulfan pihaknya sudah beberapa kali membebaskan penderita ODGJ yang dipasung oleh keluarganya lantaran merasa malu dan tidak ingin penderita keluyuran.

” 2018 lalu kami sudah merujuk setidaknya 20 orang penderita gangguan jiwa, beberapa diantaranya sempat dipasung oleh keluarganya. Para penderita gangguan jiwa ini dirujuk ke rumah sakit jiwa di Bengkulu guna menjalani pengobatan selama beberapa bulan, dan seterusnya akan menjalani pengobatan rawat jalan,” sambung Zulfan.

Sementara itu, guna memastikan tidak ada lagi penderita gangguan jiwa di Rejang Lebong yang dipasung oleh anggota keluarganya, dinas sosial setempat telah memerintahkan petugas pekerja sosial tingkat kecamatan maupun melalui 156 kepala desa dan lurah di 15 kecamatan di daerah itu.

” Penderita gangguan jiwa yang kami rujuk untuk menjalani perawatan di RSJKO Bengkulu dengan menggunakan kartu JKN-KIS ini adalah warga Rejang Lebong. Kalau penderita gangguan jiwa yang berasal dari luar daerah, kami upayakan pengembalian ke tempat asalnya,” singkat Zulfan.(HS-06)