2018, BPBD Tangani Lima Jenis Bencana

Silampari Online,

MURATARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), telah menangani lima jenis bencana yang terjadi sepanjang tahun 2018 lalu.

Muat Lebih

“Ada lima jenis bencana yang sudah kami tangani di tahun ini,” kata Plt Kepala BPBD Muratara, Zulkifli melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Kasir Masuli.

Lima jenis bercana tersebut terdiri atas bencana alam dan non alam seperti banjir, angin puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, kebakaran rumah penduduk, serta orang tenggelam di sungai.

Dia merincikan, dalam tahun 2018 bencana banjir terjadi sebanyak tiga kali, yakni pada bulan Januari, Maret, dan Desember, yang mengakibatkan lebih dari lima ribu kepala keluarga menjadi korban banjir.

“Ada dua kelurahan dan delapan desa dalam dua kecamatan yang menjadi daerah langganan banjir, yang paling parah dan lama yakni pada bulan Maret, kalau bulan Januari dan Desember kemarin banjir ringan,” katanya.

Dia menambahkan, untuk bencana kebakaran hutan dan lahan sepanjang tahun 2018 terpantau ada 6 titik lahan yang terbakar cukup besar, sedangkan kebakaran ringan terpantau ada 15 titik.

Sementara untuk kebakaran rumah penduduk kata Kasir sudah terjadi sebanyak 7 kali sepanjang tahun 2018, sedikitnya 10 unit rumah hangus dilalap api.

“Paling parah kebakaran di Kelurahan Karang Dapo pada bulan Agustus, ada empat rumah sekaligus yang habis terbakar,” ujarnya. 

Lanjut Kasir, selain bencana banjir dan kebakaran juga ada bencana angin puting beliung yang terjadi di Kabupaten Muratara pada bulan Mei 2018, tepatnya di Kecamatan Nibung.

“Kalau angin puting beliung hanya terjadi sekali selama 2018, ada 12 rumah warga yang rusak serta satu fasilitas umum yakni sekolah juga rusak,” katanya.

Dia menambahkan, BPBD Muratara tidak hanya menanggulangi bencana alam saja tetapi juga turut membantu menanggulangi bencana sosial yang terjadi di masyarakat, salah satunya orang tenggelam di sungai.

“Kita juga bantu masyarakat yang mendapat musibah keluarganya tenggelam di sungai, catatan kami sepanjang 2018 ada tiga orang yang tenggelam dan meninggal dunia,” jelasnya. (KHS-01)