oleh

Pencuri Motor di Masjid Dihadiahi Timah Panas

-Tak Berkategori-304 Dibaca

Silampari Online, 
LUBUKLINGGAU – Tiga tersangka spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang sering beroperasi di masjid diringkus tim gabungan unit reskrim Polsek Lubuklinggau Timur dan Polsek Lubuklinggau Selatan.
Ketiganya terpaksa dihadiahi timah panas di masing-masing kakinya sebanyak satu butir lantaran melawan saat akan ditangkap yakni Ririn Rikardo (23) berstatus mahasiswa, Epran Makruf (22) dan Deska Riansyah (23).
Tersangka Ririn Rikardo, warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara dan Epran Makruf, warga Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara ditangkap, Selasa (3/4) sekitar pukul 10.30 WIB di kosan mereka di Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur.
Penangkapan tersangka Ririn dan Epran berdasarkan hasil pengembangan tersangka Deska Riansyah yang beberapa jam sebelumnya sekitar pukul 09.00 WIB diringkus lebih dulu. Tersangka Deska diringkus di kosannya di Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan.
“Penangkapan hasil penyelidikan jajaran Polsek Timur dan Polsek Selatan, bahwa ada yang dicurigai melakukan tindakan curat curanmor. Indikasinya ada tiga orang,” kata Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Zulkarnain didampingi Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Hadi dan Kapolsek Lubuklinggau Selatan, Iptu Aprinaldi.
Setelah dilakukan penggeledahan dan penangkapan, Polisi menemukan barang bukti (BB) satu unit sepeda motor Honda Beat warna orange BG 2867 HM (hasil Curanmor), satu unit sepeda motor Supra X125 yang digunakan pelaku sarana melaukan tindak curanmor. Kemudian mengamankan BB satu buah kunci T, sejumlah kaca spion motor, dua buah kopiah warna cokelat dan hitam yang digunakan pelaku pada saat melakukan curanmor. Lalu baju milik tersangka yang digunakan untuk melakukan pencurian.
“Jadi mereka beraksi modusnya, dia menggunakan kunci T. Dua orang patroli, melihat situasi, memantau didepan,” jelasnya.
Satu orang tersangka lagi bertugas selaku pemetik yakni Deska. Sedangkan dua tersangka lainnya yakni Ririn dan Epran bertugas menunggu di depan, mengawasi situasi di lapangan.
“Imbauan, sasaran pelaku kejahatan bukan hanya ditempat perbelajaan,” timpal Wakapolres.
Lebih lanjut, saat ini pelaku kejahatan khususnya curanmor mengincar ditempat ibadah yakni di masjid. Pihaknya juga mengimbau kepada setiap Babinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi agar pada saat melakukan ibadah, kendaraan juga diantisipasi jangan sampai terjadi pencurian motor.
Hasil interigrasi dan keterangan dari para tersangka, mereka telah melakukan curanmor disejumlah wilayah di Lubuklinggau. Diwilayah hukum Polsek Lubuklinggau Timur berdasar LP/B-46/III/2018/Reskrim, 5 Maret 2018 dengan tempat kejadian perkara (TKP) di masjid Nazirul Iman, mencuri motor Honda Revo BG 3955 AAT warna hitam.
TKP diwilayah hukum Polsek Lubuklinggau Selatan terdapat empat LP. Diantaranya LP/B-/65/IV/2018/Reskrim, 1 April 2018, TKP di masjid Nurul Ihsan (Simpang Priuk), kerugian satui motor Honda Beat warna putih. Lalu TKP di mushola Als Mustawa pada Maret 2018 dengan kerugian satu unit motor Yamah Vega R warna merah.
TKP diwilayah hukum Polsek Lubuklinggau Utara dua LP. Yakni TKP di masjid Kelurahan Ulak Surung, kerugian satu unit sepeda motor Honda Supra X dan TKP di simpang waringin depan cucian Suez, kerugian satu motor Yamaha Mio Soul warna merah hitam.
Selain itu, masih terdapat 7 TKP lagi berdasarkan keterangan para tersangka. Diantaranya di TKP masjid Riyadush Shalihin, kerugian satu motor Honda Beat BG 2367 HP warna black green. Lalu TKP di masjid Als Hidayah, kerugian satu motor Honda BG 6292 HW warna merah. TKP masjid Abu Bakar, kerugian satu motor Hondra Supra 125 BG 4074 GZ warna hitam.
“Dari hasil intrograsi BB hasil dari kejahatan yakni motor semuanya dijual diwilayah Kabupaten Muratara,” ungkapnya.
Sementara itu tersangka Ririn mengaku baru dua kali mencuri motor dimasjid. “Aku nganter dua teman ke masjid pakai motor, boncengan. Rian masuk kemasjid pura-pura sholat. Aku ngawasi, sikoknyo ngambek motor,” jelasnya.
Kemudian, Ririn mengungkapkan motor hasil curian dijual diperkampungan atau dusun wilayah Desa Batu Gajah. “Setiap motor dijual Rp2 juta sampai Rp3 juta. Duit dari jual motor untuk beli sabu, bayar kosan dan main perempuan,” akunya.(HS-09)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Harian Silampari merupakan nama daerah di Bumi Silampari yang memiliki tiga wilayah satu kota dan dua kabupaten di provinsi Sumsel