4 Bulan Kemarau, 249 Hektar Padi Fuso

TEKS:Musim kemarau yang sudah berlangsung sejak empat bulan terakhir membuat tanaman padi para petani di Bumi Lan Serasan Sekentenan kekeringan. Bahkan, 249 hektar diantaranya mengalami fuso atau gagal panen, Senin (23/9/2019).

249 Hektar Tanaman Padi Gagal Panen

MUSI RAWAS
– Musim kemarau yang sudah berlangsung sejak empat bulan terakhir membuat tanaman padi para petani di Bumi Lan Serasan Sekentenan kekeringan. Bahkan, 249 hektar diantaranya mengalami fuso atau gagal panen. Hal ini dipastikan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Tohirin melalui Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Anwar Efendi saat diwawancarai Harian Silampari, Senin (23/9) diruang kerjanya.

Dijelaskannya, bahwa untuk luas tanam padi di Mura mencapai 30.000 hektar. Dimana, dari jumlah tersebut tercatat hingga Agustus setidaknya ada 249 hektar tanaman padi petani yang fuso atau gagal panen atau 625 ton beras tidak bisa diselamatkan.

Muat Lebih

“Gagal panen ini diakibatkan oleh musim kemarau yang sudah berlangsung sejak empat bulan terakhir,”jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dari 249 hektar tersebut tersebar di 14 Kecamatan diantaranya Sumber Harta 98 hektar, Tugumulyo 34 hektar, Purwodadi 57 hektar, Tuah Negeri 50 hektar dan Muara lakitan 10 hektar.

“Gagal panen padi terbesar terjadi di bulan Agustus yakni mencapai 144 hektar,”terangnya.
Menurutnya jumlah gagal panen tanaman padi ini diakui belum begitu banyak dan dipastikan tidak akan menyebabkan kekurangan bahan pangan bagi masyarakat.

“Kami pastikan kebutuhan pangan terutama beras tidak akan mengurangi kebutuhan masyarakat Mura saja. Melainkan, untuk dipasok ke Kota Lubuklinggau dan Muratara,”paparnya. Mengenai upaya untuk mengantisipasi bertambahnya gagal panen sendiri. Maka dirinya mengakui telah melakukan tindakan. Diantaranya, melakukan pengawalan distribusi air dari hulu hingga ke hilir setiap minggunya, optimalisasi dan mobilisasi pompa air dan sumur bor.

“Upaya tersebut sudah berjalan sejak musim kemarau mulai berlangsung agar tanaman padi petani tidak mati,”akunya.
Terlepas dari itu, pihaknya menghimbau agar peran serta petani, penyuluh serta TNI dapat ikut serta dalam melaksanakan upaya yang ada secara maksimal. Sebab, apabila hujan tidak turun serta upaya yang dilakukan tidak didukung maka dikhawatirkan gagal panen akan bertambah terutama tanaman padi sawah di Megang Sakti yang sedang berlangsung musim tanam atau umur padi umur dibawah 30 hari.

“Pada dasarnya potensi kekeringan tanaman padi akan terus terjadi khususnya di bulan September yang bisa mencapai 6000 hektar,”pungkasnya. (Krimanto-Harian Silampari)