576 Demonstran Diamankan, 17 Pelaku Pengerusakan Ditangkap

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Sejumlah elemen Mahasiswa menghindari gas air mata serta water canon yang di semprotkan ke arah mereka di depan Gedung MPR, Senayan Jakarta, Selasa (24/9/2019). Demontrasi lanjutan ini dilakukan untuk memprotes DPR yang dianggap terburu-buru mengesahkan sejumlah RUU yang dinilai masih mentah dan tidak masuk akal dengan massa yang lebih banyak.


SILAMPARI ONLINE

JAKARTA-Menjelang dini hari aksi massa belum juga mereda. Teror mengarah anarkis. Beberapa fasilitas dirusak, polisi diserang. Jakarta seperti arenapertempuran. Lalu siapa yang bermain api, setelah podium aksi mahasiswa mereda.

Muat Lebih

FIN.CO.ID, JAKARTA – Kendaraan di Tol Slipi-Grogol kembali melaju usai terjebak tujuh jam akibat massa demo di Flyover Slipi, Jakarta Barat, menjelang dini hari (25/9). Kendaraan mulai dapat bergerak pukul 23.50 WIB setelah polisi menurunkan kendaraan taktis barracuda dan watercannon untuk membuka arus lalu lintas.

Terdapat enam kendaraan besar, empat di antaranya merupakan kendaraan publik TransJakarta dan ratusan kendaraan pribadi lainnya yang terjebak mulai dari Pintu Tol Semanggi hingga di depan gedung DPR RI. Sebelumnya, akses jalan Tol menuju Slipi-Grogol ditutup mulai pukul 17.00 WIB karena massa demo yang semakin anarkis menyerang polisi.

Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Manik Marganamahendra menyebutkan perusakan fasilitas publik saat demonstrasi mahasiswa di Gedung DPR, Selasa (24/9) kemarin, dilakukan oleh oknum di luar mahasiswa.

“Teman-teman mahasiswa benar-benar steril dari oknum-oknum yang merusak dan akhirnya justru membakar fasilitas publik. Itu di luar massa kami,” katanya, di Kantor LBH Jakarta, Rabu.

Manik memastikan mahasiswa yang melakukan aksi steril dari oknum yang berusaha berbuat anarkis yang jelas tidak mencerminkan tuntutan yang disampaikan kepada DPR dan pemerintah. “Kami yakini adalah oknum dan tidak terlibat dalam tuntutan kami untuk segera menuntaskan reformasi,” tegasnya. Mengenai langkah lebih lanjut terkait aksi demonstrasi, ia mengaku masih akan mengonsolidasikan kawan-kawan mahasiswa terlebih dulu, apalagi demonstrasi kemarin berujung ricuh.

Ia juga akan berkoordinasi dengan mahasiswa lintas kampus untuk mengetahui kondisi dan kabar kawan mereka, termasuk sikap kampus masing-masing terhadap aksi mahasiswa. “Sebenarnya masih panjang pengawalan ini. Karena nanti tanggal 31 September itu adalah paripurnanya. Kami lihat RUU ini apakah emang benar-benar enggak disahkan atau seperti apa?” kata Manik.

Terpisah, Ketua BEM Fakultas Hukum UI Fajar Nugraha memastikan demonstrasi yang mereka lakukan di Gedung DPR memprotes sejumlah RUU yang kontroversial bukan aksi yang ditunggangi. Aksi mahasiswa itu merupakan akumulasi dari persoalan-persoalan yang selama ini tidak segera diselesaikan oleh DPR dan pemerintah, tandasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden BEM Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Rifky Andreansyah juga membantah aksi mahasiswa ditunggangi oleh kepentingan politik pihak-pihak tertentu. “Banyak berita bahwa pergerakan mahasiswa ditunggangi harus diklarifikasi. Pergerakan kemarin tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi hampir di semua daerah. Bergerak di waktu yang sama,” katanya.

Sementara itu aksi yang semula berjalan damai berakhir ricuh setelah pedemo mulai memperlihatkan aksi anarkis dengan cara merangsek kawat berduri untuk masuk ke dalam komplek Gedung DPR/MPR RI. Hal ini dimulai dari demo yang melibatkan pelajar dari berbagai tingkatan menengah ke atas pada pukul 14.00 WIB di belakang Gedung DPR/MPR RI. Demo berlangsung ricuh, para siswa berakhir melempari petugas keamanan dan seluruh bagian di belakang gedung DPR RI

Data yang didapat Fajar Indonesia Network (FIN), kurang lebih 576 pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) digelandang oleh aparat Polda Metro Jaya lantaran menggelar aksi unjuk rasa anarkis di depan Gedung DPR/MPR RI pada Rabu sore. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan hal tersebut . “Ada siswa yang melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR dan kemudian kita amankan,” kata Argo, kemarin.

Argo mengatakan jumlah siswa yang diamankan mencapai ratusan orang dan saat ini para siswa tersebut sedang diperiksa oleh aparat kepolisian. “Sementara sedang kita lakukan pemeriksaan,” tutur Argo. Lebih lanjut Argo mengatakan belum bisa menyampaikan dari mana asal pelajar tersebut dan apa tujuan mereka melakukan unjuk rasa. “Nanti setelah diperiksa ya. masih dalam proses,” ujarnya.

Akibat aksi anarkis para pelajar tersebut jalan protokol Gatot Subroto ruas Semanggi-Slipi dan Tol Dalam Kota (Jakarta Inner Ring Road) Cawang Tomang lumpuh total. Sementara tersebut juga membuat layanan Transjakarta via Gatot Subroto terhenti dan membuat sejumlah penumpang TransJakarta terjebak di dalam bus di ruas Tol Slipi-Grogol.

Terpisah, Kepala Polisi Resor Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi mengatakan aksi unjuk rasa terkait penolakan RUU KUHP yang berakhir ricuh disusupi oleh kelompok tertentu. “Kami mencurigai aksi anarkis tersebut ditunggangi oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi dan kondisi saat ini,” kata Hengki. Demo mahasiswa yang berakhir ricuh hingga malam hari itu mengakibatkan kerusakan di beberapa titik seperti pembakaran Pos Polisi Lalu Lintas yang berada di bawah kolong Tol Slipi,Jakarta Barat. “Kami sudah mengamankan sebanyak 17 orang terkait kasus perusakan dan pembakaran pos lantas Slipi. Mirisnya, dari para pelaku yang berhasil diamankan rata-rata mereka masih di bawah umur,” ujar Hengki.

Hengki mengatakan Polrestro Jakarta Barat beserta Polda Metro Jaya masih mendalami pola yang digunakan oleh para pelaku karena terindikasi memiliki pola yang sama seperti demo 22 Mei lalu. “Para pelaku yang diamankan juga berasal dari luar daerah atau luar Jakarta, ini yang patut kita curigai dan akan terus kita dalami,” kata Hengki.

Sumber : FIN.CO.ID
Editor : Agus