60.417 Warga Mura Jadi Peserta KB

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>SUNTIK :</strong>satu dari 60.417 jiwa warga Mura yang menjadi peserta KB dan jenis suntik serta implan paling diminati.

Silampari Online,

MUSI RAWAS – Dalam kurun satu tahun 2018 sedikitnya ada 60.417 jiwa masyarakat berselogan Bumi Lan Serasan Sekantenan ini menjadi peserta aktif (PA) program Keluarga Berencana (KB). Dimana jumlah tersebut melampaui target, yang ditetapkan yakni sebanyak 56.547 jiwa.

Muat Lebih

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP-KB) Kabupaten Musi Rawas (Mura) Jemain melalui Kasi Data dan Informasi (Datin) Herman mengatakan, berdasarkan data dari jumlah tersebut setidaknya terbagi dalam enam jenis alat kontrasepsi, yakni Intrauterine Device (IUD) dari target peserta sebanyak 706 jiwa namun tercapai sebanyak 1.700 jiwa.

Kemudian, jenis Metode Operasi Wanita (MOW) dari target 842 jiwa tercapai 1.139 jiwa, Metode Operasi Pria (MOP) target 43 jiwa peserta tercapai sebanyak 225 jiwa.

“Untuk Kondom target peserta sebanyak 761 jiwa tercapai 739 jiwa, Implan terget peserta 7.297 jiwa tercapai 22.275 jiwa, Suntik target peserta 41.521 jiwa tercapai sebanyak 28.635 jiwa serta jenis Pil dengan target peserta sebanyak 5.277 jiwa dan tercapai sebanyak 5.704 jiwa peserta,”jelas Herman.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa dari data tersebut setidaknya dari enam jenis alat kontrasepsi jenis Implan dan Suntik yang dominan diminati oleh masyarakat.

Sedangkan, untuk kondom tahun ini lebih sedikit peminatnya dikarenakan memang penggunanya hanya kaum laki-laki saja. Sedangkan untuk jenis Suntik, ada dua kategori yakni dengan masa satu bulan dan ada juga yang tiga bulan.

“Kalau untuk 2018 ini dua jenis alat kontrasepsi yakni Suntik dan Implan lebih diminati oleh masyarakat Kabupaten Mura. Hal itu berdasarkan jumlah peserta aktifnya yang mencapai 22.275 jiwa untuk Implan, dan sebanyak 28.635 jiwa untuk Suntik,”terangnya.

Menurutnya, dari enam jenis alat kontrasepsi yang ada tersebut yang lebih efektif yakni metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Seperti Implan dengan masa selama tiga tahun, dan IUD lima tahun. Sehingga masyarakat tidak perlu bolak balik untuk mengantinya.

“Kalau program KB sendiri bertujuan pokok dari Program KB yakni untuk mengatur kelahiran agar tidak terlalu rapat. Sebab hal tersebut akan berdampak pada perhatian khusus kepada anak tersebut,”bebernya.

Selain itu, kalau KB hanya mengatur kelahiran dengan memakai alat kontrasepsi, bukan membatasi kelahiran. Kendati secara program Nasional dua anak lebih baik. Karena kalau kita membatasi tentunya pihaknya yang salah.

“Intinya kembali kepada pribadi masing-masing. Karena dengan dua anak, maka seluruh kebutuhan anak lebih diperhatikan,”pungkasnya. (HS-03)