oleh

600 Guru Ngaji di Empat Lawang Terima Insentif

-Empat Lawang-151 Dibaca

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang memberikan insentif pada 600 guru ngaji . Pembagian insentif tersebut, dilakukan di Pendopoan Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Empat Lawang, Jum’at (4/12/2020).

Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Empat Lawang, Haeroni mengatakan, pembagian insentif guru ngaji dilakukan selama dua hari, dari hari ini (kemarin, red) sampai Sabtu (5/12).

Sampai saat ini, pihaknya mendata ada 1.092 guru ngaji yang aktif tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Empat Lawang. Mengingat keterbatasan anggaran, pihaknya hanya mampu merealisasikan anggaran untuk insetif guru ngaji sebanyak 600 orang saja.

“Kedepan, kalau memang memungkinkan, 1.098 guru ngaji tersebut kita akan berikan semuanya insentif,” katanya.

Sementara, Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad mengatakan, dari awal Pemkab Empat Lawang, sudah berkomitmen untuk memberikan insentif bagi guru ngaji. Hal ini kata Bupati H Joncik Muhammad, pekerjaan guru ngaji sangat mulia karena telah membantu pemerintah mengentaskan buta aksara al-Qur’an yang memang memang sudah menjadi program Pemkab Empat Lawang mewujutkat Empat Lawang MADANI.

“Jangan dinilai besarannya, tapi nilai semangatnya, bahwa kepedulian Pemkab Empat Lawang terhadap guru ngaji sangat besar terhadap apa yang telah dilakukan para guru ngaji,” jelas H Joncik saat menyampaikan sambutannya.

Diapun berjanji, jika memang suatu saatnya nanti keuangan daerah membaik, tidak menutup kemungkinan insetif bagi guru ngaji akan bertambah. “Meski demikian, saya berpesan, agar jangan berharap pada insentifnya, tapi berharaplah bahwa apa yang ustadz/ustadzah lakukan adalah amal jariyah karena telah mengajarkan ilmu agama yang bermanfaat kepada anak-anak generasi bangsa,” pesannya.

Bagi dia, anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Baiknya bekal ilmu yamg diterima anak-anak sekarang, akan menentukan nasib baik buruknya masa depan bangsa.

“Ilmu agama adalah ilmu yang sangat bermanfaaf dan mutlak dipelajari,” tandasnya. (frz)